SEKEDAR CORETAN

Ketika JIWA ku sudah berlabuh, tersentak aku menikmatinya, sampai LANGIT pun enggan menyapa, bersama mengikuti alunan rasa yg terus mengalir, aku sepertinya terlelap. Ketika terbangun, menyadari semuanya.. Bahwa apa yang aku singgah adalah pijakan yang seharusnya tak kutapaki lebih dalam lagi, ketika semuanya sudah terbiaskan oleh kejujuran serta merta, rasanya menggapainya adalah SATU IMPIANKU.

Berlabuh bersama derita yangg kian menggebu, ada satu titik dimana semuanya akan berjalan lambat dan sangat angkuh terhadap waktu. Tiada yang salah dalam mengartikannya, tidak jua benar jika dibiarkan begitu saja, aku sudah bertanya berkali-kali kepada apa yang aku alami. Jawabannya tetap sama, hidup yang sepertinya menjadi sopir kemana aku melangkah, meski berkali-kali rehat, tetap saja aku menemukan tempat singgah yang membiuskan rasa.

Kali ini ALAM pun mulai mengikuti ketidakberdayaanku, menentang apa yg sudah digariskan mimpi, seakan semuanya tiada arti, bahwasannya hidup adalah sebuah misteri, antara hidup dan mati. Aku terpanah akan arti-arti yang kian menari diantara hidupku dan hidupnya. Semuanya terlihat semu semata, tiada ubahnya goresan penah yang entah akan habis secepatnya.

Senyumku kini terbiaskan lebih dewasa dari sebelumnya, Tuhan Maha seindah-indahnya. Keyakinan yang sepenuhnya atas hidup yang sudah ditentukan dan takdir yang menunggu akan tiba waktunya, semuanya jelas terasa, memberikan setiap goresan kenangan yang tak ingin terlupakan, aku semakin dewasa bahkan aku merasa tua terhadap bumi.

Dengan kesadaran yang berlebih akan hakekat nafas yang berhembus, tanpa disadari sedikit memberikan senyum keikhlasan di sudut manusia itu, yang tanpa tw apa-apa tentang deruhku, bahagianya adalah bahagiaku, dan kelak kebahagiaan juga akan menyertaiku. Kegelepaan ini adalah jembatan akan sebuah pencarian sinar yang sesungguhnya, dan akan terlihat cahaya yang begitu serta merta bertubi-tubi menghujam keadilan yang akan kita raih.

Kepenatan ini setidaknya menjadikan pelajaran bagi sang pemuja kehidupan, bahwasannya tiada keburukan apalagi keterpurukan, semua t’lah mengalir seperti waktu yang terus bergulir. disana ada cahaya indah, dan akan kita raih bersama-sama saat kita mampu melalui sebilas FANA’nya HIDUP.

4 Tanggapan to “SEKEDAR CORETAN”

  1. ahmad marzuqi,s.pd.i Says:

    puisimu memang indah ,namun menggambarkan pergulatan diantara belantara pemikiran dan asamu itu,puisimu hasil dari pengalamanmu yang unik,ada pahit ada getir dan ada manisnya juga ada lucunya,ya.trims.ahmad marzuki.

  2. Semoga Yang Maha segala-galanya memudahkan segala yang engkau impikan,Amin

  3. Pekanraya ini terlalu bising.Bising sekali.Sehingga aku tak bisa mendengar dengan jelas.Ada dua kebisingan disini!Kepunyaankmu dan Kepunyaanku.Bercampurbaur dengan racikan yang sama.Ah… Inshallah kan Kurimkan kembali KepadaNya malam ini juga.Karena aku memang tak punya apa-apa dalam hidup ini.Sehingga

    Paginya aku bisa mendapatkan reward bernapas lega.
    Semoga esok pekanRaya bisa terasa lebih damai dan penuh riang gembira.

  4. alam banyak mengajarkan pada kita tentang kata kata dan hidup

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: