IBU

Ibu . . .
ku memang tak sebegitu dekat denganmu
bukan karna apa-apa, tapi memang dari dulu
ku tak terbiasa berbincang denganmu

Ibu . . .
tahukah kamu, betapa ku menyanyangimu
meski ku tak pernah mengucapkan hal itu
ingin ku sekali bercerita denganmu
tentang semua masalahku
namun, begitu susah bibirku berucap
karna ku tahu betapa besar beban dalam hidupmu
hingga ku tak ingin kau memikirkan semua keadaanku
cukuplah kau tahu betapa ku menyanyangimu

Ibu . . .
aku pernah iri melihat teman – temanku
yang begitu dekat dengan Ibunya
bercerita apa saja semau mereka
tapi aku, dari dulu selalu seperti ini
aku malu pada diriku sendiri

Ibu . . .
setiap perhatian yang kau berikan padaku
ku tahu betapa besar cintamu kepadaku
meski kau juga tak pernah mengucapkan hal itu
tapi pengorbanan dan kesetiaanmu
yang begitu besar dan nyata kepadaku
takkan menggoyahkan cintaku padamu

Ibu . . .
tahukah engkau, hal yang paling menyedihkan dalam hidupku
adalah ketika engkau mengeluh kesakitan karena kelelahan
hatiku begitu hancur, melihatmu seperti itu
kala kau menyuruhku, meski hanya sekedar memijat kepalamu,
hatiku merintih, menangis kesakitan melihat raut wajahmu
yang mulai keriput akibat kelelahan
kadang ku hanya bisa marah-marah dan menyuruhmu
rehat sejenak dari aktifitas yang kau lakukan
meski ku tahu, apa yang engkau berikan hanya demi anak-anakmu

Ibu . . .
ku memang tak pernah mengungkapkan sayangku padamu
tapi tahukah engkau Ibu, aku bisa mengungkapkan
meski hanya lewat sebuah tulisan dari lubuk hatiku yang terdalam
Oh Ibu . . .
sungguh ku bukan anak yang sempurna bagimu
tapi tahukah engkau saat ini dalam hidupku
engkaulah yang paling berharga buatku
maafkan aku Ibu, salam sayang selalu untukmu.

selamat hari Ibu
buat Ibu-ibu di seluruh dunia
we love u mom’s . .

4 Tanggapan to “IBU”

  1. subhanalloh…..
    bagus banget dan bahasanya meruncing menusuk langit hati saya,,,,
    ^_^

  2. Andi paturusi Says:

    Aku jua biasa melakukan kesalahan yg membuat ibuku sedih. Kita ini Nama manusia biasa tak lupuk dari kesalahan. Kerena kita bukan Malaikat dan hanya kebenaran sahaja yg tak perna salah

  3. semoga Allah mengampuni segala dosa khilaf ibu kita.amin

  4. bagus puisinya meski memakai bahasa denotasi,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: