perjalanan kematian

Setelah itu ……

Ku lihat lorong berliku-liku menuju perhentian puadai hidupku,
menjadi kerangka pohon manggis tua menanti tumbang
Kulihat cinta manis di landa serdadu nasib.
Langit berkabung, malaikat meniup serunai perpisahan
Antara tanda-tanda, asap cendana, keranda kayu cempaka,
talu beduk,
Masjid kampung dan suara muadzin serak melinangkan

Aku bimbang,,
meluncur atas jelaga nasib,
mendukung angan-angan nihil,
rindu gaib,
menjeritkan nama-nama Tuhan

Aku bimbang,
Ku lihat seorang wanita sejenak mengacungkan hatinya
Kewahaian bertelan pengorbanan
Ku dengar dentuman-dentuman asmara maya
dan penyerahan yang percuma

Maka,,
Aku pun bimbang
Bedahlah cintaku Tuhanku…..
Kurcaci sudah letih bermimpi
Sedang derita berjalan terus pergi ke jurang-jurang

Daun-daun bambu gatal bekas jamahnya
tersisa sampai kini
Sejak wajahku menjadi debur nadi lehernya
Yah …..!!!
Aku sudah sampai dibatas pemandang bersedih
buat melanjutkan jiwanya, melesat sendiri
memasuki gerbang perhentian,
Atau …. jalan tak berhingga ?

Aku bimbang, aku bimbang, aku bimbang ….
Dan mereka yang fana’ menaburkan dengan cinta dunia
yaitu …
Gantungan daun pandan,
rempai melati,
dan ciuman akhir kasih sayang ….

Teluk bedu adzan senja yang rawan
berlinang-linang atas jelaga nasibku, kemudian ….
Akan kemanakah kijang patah ini, mengapung dalam lengang semesta ?

Tanpa bayang ….
Tak ada warna ….
Tanpa suara, tak ada raba ….

5 Tanggapan to “perjalanan kematian”

  1. wah…wah…wah…sunggung sulit dipahami…perlu keahlian khusus untuk memahami postingan ini ;P

  2. ikatanpelajarislam07 Says:

    assalamu’alaikum…
    wah puitis bangetz…
    moga ja bisa difahamm…

  3. diedoet endutz Says:

    puitis……….

  4. Cerdas kau ya..

  5. sussan watanabe Says:

    Puisinya sangat bangus dan mendalam akan maknanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: