<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Addinie&#039;s Weblog</title>
	<atom:link href="http://addinie.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://addinie.wordpress.com</link>
	<description>Basahi Jiwaku Sirami Hatiku dengan Rahmat-Mu</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Jan 2012 18:02:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='addinie.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Addinie&#039;s Weblog</title>
		<link>http://addinie.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://addinie.wordpress.com/osd.xml" title="Addinie&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://addinie.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>HUJAN, SENDIRI DAN LAGU</title>
		<link>http://addinie.wordpress.com/2012/01/19/hujan-sendiri-dan-lagu/</link>
		<comments>http://addinie.wordpress.com/2012/01/19/hujan-sendiri-dan-lagu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2012 03:37:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>addinie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://addinie.wordpress.com/?p=255</guid>
		<description><![CDATA[Tiga hal di atas memang teman bersekongkol yang sempurna untuk membuatku berpikir tentang banyak hal. Dan suara lembut Mike Trump dalam lagu &#8220;When The Children Cry&#8221; yang mengiringi, membuat pikirku semakin berjalan l&#8230;iar berpikir tentang apa saja. Hmm.. aku tidak sepenuhnya sendirian. tapi aku memang biasa merasa sendirian, menutup mata dan telinga, menciptakan sebuah ruang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=addinie.wordpress.com&amp;blog=4145889&amp;post=255&amp;subd=addinie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/401353_336363926392208_100000558114119_1258202_2084234560_n.jpg"><img src="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/401353_336363926392208_100000558114119_1258202_2084234560_n.jpg?w=450&#038;h=295" alt="" title="401353_336363926392208_100000558114119_1258202_2084234560_n" width="450" height="295" class="aligncenter size-full wp-image-288" /></a><br />
Tiga hal di atas memang teman bersekongkol yang sempurna untuk membuatku berpikir tentang banyak hal. Dan suara lembut Mike Trump dalam lagu &#8220;When The Children Cry&#8221; yang mengiringi, membuat pikirku semakin berjalan l&#8230;iar berpikir tentang apa saja.</p>
<p>Hmm.. aku tidak sepenuhnya sendirian. tapi aku memang biasa merasa sendirian, menutup mata dan telinga, menciptakan sebuah ruang dimana suara yang datang, maupun orang-orang yang berlalu lalang tidak mampu menembusnya</p>
<p>Seperti sekarang, saat aku masih berkerja, aku merasa sendirian di tengah rutinitas yang terus berlanjut sampai sore.</p>
<p>Aku hanya merasa ada sesuatu dalam diriku. yang berdasarkan ciri-ciri fisik, maupun berdasarlan RASA aku tau ada yang tidak benar. ada yang tidak tepat, ada yang menggelisahkan</p>
<p>belakangan ini aku berpikir lebih banyak dibandingkan biasanya. tentang hidup, tentang cita-cita, tentang rasa, dan tentang tanggung jawab</p>
<p>Tentang Bapak yang sakit, tentang Ibu yang mengajarkanku ketulusan Kesabaran, sekaligus membuatku bimbang akan makna ketulusan itu sendiri. apakah aku memiliki kemampuannya? untuk berlaku dan bersikap berbeda dengan hatiku. tapi kepercayaan itu masih jadi barang mahal yang belum mampu kami beli.</p>
<p>Kami hanya bersembunyi. ah, mungkin bukan kami, tapi hanya aku. Bersembunyi dari perasaanku sendiri. Apakah itu harus dibilang palsu? toh aku tak ingin berbohong. hanya takut mengakui kenyataan. itu dua hal yang berbeda kan?</p>
<p>dan saat hujan, sendirian, serta sebuah lagu yang tepat, adalah momen dimana semua tabir memaksa untuk terlepas. dan aku merasa dirongrong. merasa yang selama ini kucoba tutup rapat terlalu liar. dan aku pusing. ya, aku tahu ada yang salah. entah cita-cita, entah pilihan hidup, entah rasa. Tapi aku tau ini bukan palsu. Bukan juga soal menjaga perasaan, itu terlalu bullshit untukku.</p>
<p>Tapi bukankah rasa tak pernah salah?</p>
<p>Artinya memang aku yang salah</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/addinie.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/addinie.wordpress.com/255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/addinie.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/addinie.wordpress.com/255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/addinie.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/addinie.wordpress.com/255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/addinie.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/addinie.wordpress.com/255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/addinie.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/addinie.wordpress.com/255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/addinie.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/addinie.wordpress.com/255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/addinie.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/addinie.wordpress.com/255/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=addinie.wordpress.com&amp;blog=4145889&amp;post=255&amp;subd=addinie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://addinie.wordpress.com/2012/01/19/hujan-sendiri-dan-lagu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/95afc447203bcf82ebd39d20026bbe08?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">addinie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/401353_336363926392208_100000558114119_1258202_2084234560_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">401353_336363926392208_100000558114119_1258202_2084234560_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SEKEDAR CORETAN</title>
		<link>http://addinie.wordpress.com/2011/09/17/sekedar-coretan/</link>
		<comments>http://addinie.wordpress.com/2011/09/17/sekedar-coretan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Sep 2011 06:35:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>addinie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://addinie.wordpress.com/?p=276</guid>
		<description><![CDATA[Ketika JIWA ku sudah berlabuh, tersentak aku menikmatinya, sampai LANGIT pun enggan menyapa, bersama mengikuti alunan rasa yg terus mengalir, aku sepertinya terlelap. Ketika terbangun, menyadari semuanya.. Bahwa apa yang aku singgah adalah pijakan yang seharusnya tak kutapaki lebih dalam lagi, ketika semuanya sudah terbiaskan oleh kejujuran serta merta, rasanya menggapainya adalah SATU IMPIANKU. Berlabuh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=addinie.wordpress.com&amp;blog=4145889&amp;post=276&amp;subd=addinie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika JIWA ku sudah berlabuh, tersentak aku menikmatinya, sampai LANGIT pun enggan menyapa, bersama mengikuti alunan rasa yg terus mengalir, aku sepertinya terlelap. Ketika terbangun, menyadari semuanya.. Bahwa apa yang aku singgah adalah pijakan yang seharusnya tak kutapaki lebih dalam lagi, ketika semuanya sudah terbiaskan oleh kejujuran serta merta, rasanya menggapainya adalah SATU IMPIANKU.</p>
<p>Berlabuh bersama derita yangg kian menggebu, ada satu titik dimana semuanya akan berjalan lambat dan sangat angkuh terhadap waktu. Tiada yang salah dalam mengartikannya, tidak jua benar jika dibiarkan begitu saja, aku sudah bertanya berkali-kali kepada apa yang aku alami. Jawabannya tetap sama, hidup yang sepertinya menjadi sopir kemana aku melangkah, meski berkali-kali rehat, tetap saja aku menemukan tempat singgah yang membiuskan rasa.</p>
<p>Kali ini ALAM pun mulai mengikuti ketidakberdayaanku, menentang apa yg sudah digariskan mimpi, seakan semuanya tiada arti, bahwasannya hidup adalah sebuah misteri, antara hidup dan mati. Aku terpanah akan arti-arti yang kian menari diantara hidupku dan hidupnya. Semuanya terlihat semu semata, tiada ubahnya goresan penah yang entah akan habis secepatnya.</p>
<p>Senyumku kini terbiaskan lebih dewasa dari sebelumnya, Tuhan Maha seindah-indahnya. Keyakinan yang sepenuhnya atas hidup yang sudah ditentukan dan takdir yang menunggu akan tiba waktunya, semuanya jelas terasa, memberikan setiap goresan kenangan yang tak ingin terlupakan, aku semakin dewasa bahkan aku merasa tua terhadap bumi.</p>
<p>Dengan kesadaran yang berlebih akan hakekat nafas yang berhembus, tanpa disadari sedikit memberikan senyum keikhlasan di sudut manusia itu, yang tanpa tw apa-apa tentang deruhku, bahagianya adalah bahagiaku, dan kelak kebahagiaan juga akan menyertaiku. Kegelepaan ini adalah jembatan akan sebuah pencarian sinar yang sesungguhnya, dan akan terlihat cahaya yang begitu serta merta bertubi-tubi menghujam keadilan yang akan kita raih.</p>
<p>Kepenatan ini setidaknya menjadikan pelajaran bagi sang pemuja kehidupan, bahwasannya tiada keburukan apalagi keterpurukan, semua t’lah mengalir seperti waktu yang terus bergulir. disana ada cahaya indah, dan akan kita raih bersama-sama saat kita mampu melalui sebilas FANA’nya HIDUP.</p>
<p><a href="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/star.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-277" title="star" src="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/star.jpg?w=450&#038;h=675" alt="" width="450" height="675" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/addinie.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/addinie.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/addinie.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/addinie.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/addinie.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/addinie.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/addinie.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/addinie.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/addinie.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/addinie.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/addinie.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/addinie.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/addinie.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/addinie.wordpress.com/276/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=addinie.wordpress.com&amp;blog=4145889&amp;post=276&amp;subd=addinie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://addinie.wordpress.com/2011/09/17/sekedar-coretan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/95afc447203bcf82ebd39d20026bbe08?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">addinie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/star.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">star</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BOLEHKAH AKU JUJUR&#8230;???</title>
		<link>http://addinie.wordpress.com/2011/09/17/bolehkah-aku-jujur/</link>
		<comments>http://addinie.wordpress.com/2011/09/17/bolehkah-aku-jujur/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Sep 2011 06:32:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>addinie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://addinie.wordpress.com/?p=273</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya&#8230;. aku ini memang bukan siapa-siapa.. Sebetulnya&#8230; aku hanya manusia peminta, peminta segala apa yang ada.. seandainya&#8230; aku bukanlah aku, tapi itu lah yang terjadi.. seorang manusia berselimut KEMUNAFIKAN.. seorang anak adam yang merengek-rengek meminta surgaNya.. secara sadar, aku mengakui.. bahwa sesungguhnya neraka adalah tempat yang cocok buatku.. tapi aku takut, aku sungguh sangat takut&#8230; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=addinie.wordpress.com&amp;blog=4145889&amp;post=273&amp;subd=addinie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/oeklahhh.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-274" title="oeklahhh" src="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/oeklahhh.jpg?w=450&#038;h=319" alt="" width="450" height="319" /></a></p>
<p>Sebenarnya&#8230;.<br />
aku ini memang bukan siapa-siapa..</p>
<p>Sebetulnya&#8230;<br />
aku hanya manusia peminta, peminta segala apa yang ada..</p>
<p>seandainya&#8230;<br />
aku bukanlah aku, tapi itu lah yang terjadi..<br />
seorang manusia berselimut KEMUNAFIKAN..<br />
seorang anak adam yang merengek-rengek meminta surgaNya..</p>
<p>secara sadar, aku mengakui..<br />
bahwa sesungguhnya neraka adalah tempat yang cocok buatku..<br />
tapi aku takut, aku sungguh sangat takut&#8230;<br />
jika aku berlama-lama disana,<br />
bagai ayam yang terpanggang..<br />
dimakan, dan dibuang dalam perut kemudian dimuntahkan..<br />
sekeji itukah diriku nantinya&#8230;??</p>
<p>mulutku tak berhentinya meneriakkan seruan kebaikan..<br />
seruan kesempurnaan&#8230;<br />
tapi apakah aku juga melakukannya&#8230;<br />
sungguh baju keMUNAFIKAN yang ku kenakan seakan sudah menempel..<br />
dan singgah berlama-lama di tubuhku..</p>
<p>sampai kapan ini berakhir&#8230;??<br />
hanya keluh dan mengeluh&#8230;<br />
seperti ragaku tak bisa berbuat sesuatu..</p>
<p>kepenatan, keramaian, hiruk pikuk jalanan&#8230;<br />
seakan tak berarti oleh keEGOISANku kepadaNya..<br />
terlalu sombong aku menjadi manusia..<br />
tak sadarkah ketika padang masyar tiba..<br />
semuanya tak berarti, tangan, kaki, dan setiap kedipan mataku<br />
akan menjelaskan apa yang telah kulakukan dibumi KEMUNAFIKAN..</p>
<p>aku sudah berusaha, bermunajah meminta kepadaNya..<br />
tetap saja, kadang semua terasa sirna..<br />
pertaubatanku seakan-akan menjadi embel-embel semata..<br />
tangisku juga takkan mampu merubah diriku..<br />
yang tetap saja, kembali dan kembali melakukan kesalahan yang sama..</p>
<p>jikalau Tuhan murka kepadaku..<br />
itu wajar, mungkin aku hanya bisa mengeluh agar semua ini berakhir..<br />
berakhir dengan indah..<br />
semudah itu aku meminta kepadaNya..<br />
tanpa tau balas budi yang sering melupakanNya..</p>
<p>ragaku, jiwaku, bersahadat atas namaNya..<br />
mengakui kebenaranNya, keberadaanNya..<br />
tapi tetap saja, kesalahan demi kesalahan seakan menjadi gunung tertinggi dalam penghidupan..</p>
<p>ya Rabb..<br />
sesungguhnya banyak yang kupinta dariMu..<br />
banyak yang ingin aku ungkapkan kepadaMu..<br />
ENGKAU juga takkan pernah bosan mendengarkan keluhanku..<br />
tapi apakah aku pantas mendapatkan kenikmatan dariMu..<br />
jika, setiap hembusan nafasku, setiap detak jantungku, setiap kedipan mataku..<br />
kadang tak kupergunakan untuk mengingatMu, untuk mensyukuri nikmatMu..</p>
<p>ya Allah..<br />
hamba ingin belajar mencari ridho-Mu..<br />
bukakanlah pintu hatiku..<br />
untuk selalu dan selalu mengingatMu..<br />
tanpa batas..<br />
sampai ku kembali kepadaMu&#8230;</p>
<p>-3 Rabiul Akhir 1431 H-<br />
-3 Bakda Mulud 1943-<br />
-19 Maret 2010-</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/addinie.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/addinie.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/addinie.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/addinie.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/addinie.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/addinie.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/addinie.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/addinie.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/addinie.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/addinie.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/addinie.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/addinie.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/addinie.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/addinie.wordpress.com/273/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=addinie.wordpress.com&amp;blog=4145889&amp;post=273&amp;subd=addinie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://addinie.wordpress.com/2011/09/17/bolehkah-aku-jujur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/95afc447203bcf82ebd39d20026bbe08?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">addinie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/oeklahhh.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">oeklahhh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TULISAN TANPA PAPAN Part I</title>
		<link>http://addinie.wordpress.com/2011/09/17/269/</link>
		<comments>http://addinie.wordpress.com/2011/09/17/269/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Sep 2011 06:12:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>addinie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://addinie.wordpress.com/?p=269</guid>
		<description><![CDATA[LALU LALANG melintang oleh sekumpulan angin , debu dan para penghuni SANG ALAM . disini banyak sekali para PEMUJA BUMI , yang tertawa , merintih , sekaligus berkeras hati . ENTAH ! apa yang ada dalam pikiran para PEMUJA BUMI itu ? kenikmatan atau kebahagiaan . raut wajah , dan senyum merkah yang terpancarkan rasanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=addinie.wordpress.com&amp;blog=4145889&amp;post=269&amp;subd=addinie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>LALU LALANG melintang oleh sekumpulan angin , debu dan para penghuni SANG ALAM .<br />
disini banyak sekali para PEMUJA BUMI , yang tertawa , merintih , sekaligus berkeras hati . ENTAH !<br />
apa yang ada dalam pikiran para PEMUJA BUMI itu ? kenikmatan atau kebahagiaan .</p>
<p>raut wajah , dan senyum merkah yang terpancarkan rasanya tak seimbang dengan muka masam yang lain .<br />
dengan tawa terpaksa karena kegundahan hatinya . sempat ku berpikir , apa yang mereka cari dengan alam ini , dengan nafas yang sudah diberikan olehNya . aku kembali menata duduk ku agar lebih bisa memahami apa arti semua ini .</p>
<p>semakin ku pahami , semakin penasaran apa yang dicari , andai ku bisa bernyanyi kuluapkan lewat alunan nada . tentang pencarian ini , tapi sosok penikmat alam itu tiba-tiba memalingkan pemikiranku .<br />
dia bergeges pergi dengan keringat yg bercucuran . terseling ku mendengar apa yang menjadi IBAHnya saat itu . penghasilannya terpaksa di sembunyikan demi menyelamatkan penghasilan hidupnya .<br />
di sisi lain , CAHAYA MATA yg polos berlari &#8211; lari di sekelilingku dengan raut wajah yang merah ceria , adapun yang mengeluarkan air mata ketika meminta sesuatu tak terwujudkan .</p>
<p>yah! aku sudah mulai menemukan arti semua ini ,. jikalau itu aku merasa SENDIRI , merasa SUNYI .<br />
tapi tidak dengan mereka , bahwa apa yang terlintas tak seharusnya menjadi beban . aku ingin menulis sesuatu ,.<br />
tapi dedaunan yg ada dibawah kakiku terlalu sayang jika harus ku nodai .<br />
otakku pun tak cukup untuk menggambarkan apa yang sedang ku lihat sekarang .</p>
<p>setengah jam mataku tak terlepas dari apa yang ada disekelilingku , kaca mata ini membantuku lebih jauh melihat sisi lain di ujung sana . lewat terpaan debu , dengan udara yang sedikit menguap panas , tak menggoyahkan pencarianku . semakin sempit aku mencerna, bernafas pun susah . terlalu banyak keramaian . terlalu banyak kata-kata , hingga ku tak mampu mengilhaminya .</p>
<p>aku lupa , bahwa sebenarnya aku ingin meluapkan apa yang ada dalam hati , mengisinya lagi , hingga tercetus tawaku seperti dulu , senyumku kalah itu , tak ada beban , terasa ringan . tapi ku sampingkan sejenak apa yang menjadi DERUHKU . dibawah sorotan lampu tiang , terpancarkan cahaya yang sedikit menganggu mataku . tapi semua nya terlihat jelas oleh sinarnya . akupun berusaha senyum sambil mencermati apa yang aku lihat dan rasakan saat ini .</p>
<p>tanah yang ku pijak , nafas yang ku hirup dan sentuhan angin yang lembut , sedikit membantu keGUNDAHAN hatiku , DIA itu ada , DIA itu dimana-mana , SANG PEMBERI NAFAS akan terus hidup dinadiku , tak seharusnya aku terus mengeluh demi hal yang belum tentu buatku semakin tenang , buatku semakin merasakan kenikmatan hidup .</p>
<p>SUDAHLAH , tak seharusnya aku begini , tak seharusnya aku terus mencari , bahwa jawaban kehidupan akan ada saat aku menjalani semuanya , dan waktu yang akan menjawabnya .</p>
<p>Kuhentikan semua ini , dan berdiri dibawah sorotan lampu yang menyengat , kulangkahkan kakiku menuju pusara dimana aku merasa lebih tenang disana , namun tetap saja , ramai sekali seakan- akan penglihatanku semakin memudar oleh keringat yang mengalir di sekujung kepalaku , merasa gatal rambutku , terus mengalir diwajahku , sebenarnya aku paling tak nyaman dengan keadaan ini ,<br />
Sepertinya semakin berat , keramaian bikin bayang2ku seakan jatuh ,<br />
Tapi untunglah sedikit jalan bisa melegakan nafasku .</p>
<p>Aku akan pulang , dan berharap aku akan kembali lagi disini . tanpa keramaian tanpa tangisan juga tanpa kegundahan .<br />
TUHAN terima kasih atas nikmat yang kau berikan , sedikit pencerahan bwtku , bwt melanjutkan hidupku<br />
Akan ku teruskan berbincang dengan alam , bernyanyi dengan angin , dan menari dengan kehidupan .</p>
<p><a href="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/dsc03646.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-270" title="DSC03646" src="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/dsc03646.jpg?w=450&#038;h=600" alt="" width="450" height="600" /></a><br />
-Sebuah tulisan tanpa papan , yang digambarkan di sebuah taman-<br />
13 Maret 2010 (27 Robiul Awal 1431 H)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/addinie.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/addinie.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/addinie.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/addinie.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/addinie.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/addinie.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/addinie.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/addinie.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/addinie.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/addinie.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/addinie.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/addinie.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/addinie.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/addinie.wordpress.com/269/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=addinie.wordpress.com&amp;blog=4145889&amp;post=269&amp;subd=addinie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://addinie.wordpress.com/2011/09/17/269/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/95afc447203bcf82ebd39d20026bbe08?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">addinie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/dsc03646.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC03646</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>IBU</title>
		<link>http://addinie.wordpress.com/2011/09/17/ibu/</link>
		<comments>http://addinie.wordpress.com/2011/09/17/ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Sep 2011 06:03:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>addinie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://addinie.wordpress.com/?p=266</guid>
		<description><![CDATA[Ibu . . . ku memang tak sebegitu dekat denganmu bukan karna apa-apa, tapi memang dari dulu ku tak terbiasa berbincang denganmu Ibu . . . tahukah kamu, betapa ku menyanyangimu meski ku tak pernah mengucapkan hal itu ingin ku sekali bercerita denganmu tentang semua masalahku namun, begitu susah bibirku berucap karna ku tahu betapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=addinie.wordpress.com&amp;blog=4145889&amp;post=266&amp;subd=addinie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/11069_101861839842419_100000558114119_48491_3678784_n.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-267" title="11069_101861839842419_100000558114119_48491_3678784_n" src="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/11069_101861839842419_100000558114119_48491_3678784_n.jpg?w=450" alt=""   /></a></p>
<p>Ibu . . .<br />
ku memang tak sebegitu dekat denganmu<br />
bukan karna apa-apa, tapi memang dari dulu<br />
ku tak terbiasa berbincang denganmu</p>
<p>Ibu . . .<br />
tahukah kamu, betapa ku menyanyangimu<br />
meski ku tak pernah mengucapkan hal itu<br />
ingin ku sekali bercerita denganmu<br />
tentang semua masalahku<br />
namun, begitu susah bibirku berucap<br />
karna ku tahu betapa besar beban dalam hidupmu<br />
hingga ku tak ingin kau memikirkan semua keadaanku<br />
cukuplah kau tahu betapa ku menyanyangimu</p>
<p>Ibu . . .<br />
aku pernah iri melihat teman &#8211; temanku<br />
yang begitu dekat dengan Ibunya<br />
bercerita apa saja semau mereka<br />
tapi aku, dari dulu selalu seperti ini<br />
aku malu pada diriku sendiri</p>
<p>Ibu . . .<br />
setiap perhatian yang kau berikan padaku<br />
ku tahu betapa besar cintamu kepadaku<br />
meski kau juga tak pernah mengucapkan hal itu<br />
tapi pengorbanan dan kesetiaanmu<br />
yang begitu besar dan nyata kepadaku<br />
takkan menggoyahkan cintaku padamu</p>
<p>Ibu . . .<br />
tahukah engkau, hal yang paling menyedihkan dalam hidupku<br />
adalah ketika engkau mengeluh kesakitan karena kelelahan<br />
hatiku begitu hancur, melihatmu seperti itu<br />
kala kau menyuruhku, meski hanya sekedar memijat kepalamu,<br />
hatiku merintih, menangis kesakitan melihat raut wajahmu<br />
yang mulai keriput akibat kelelahan<br />
kadang ku hanya bisa marah-marah dan menyuruhmu<br />
rehat sejenak dari aktifitas yang kau lakukan<br />
meski ku tahu, apa yang engkau berikan hanya demi anak-anakmu</p>
<p>Ibu . . .<br />
ku memang tak pernah mengungkapkan sayangku padamu<br />
tapi tahukah engkau Ibu, aku bisa mengungkapkan<br />
meski hanya lewat sebuah tulisan dari lubuk hatiku yang terdalam<br />
Oh Ibu . . .<br />
sungguh ku bukan anak yang sempurna bagimu<br />
tapi tahukah engkau saat ini dalam hidupku<br />
engkaulah yang paling berharga buatku<br />
maafkan aku Ibu, salam sayang selalu untukmu.</p>
<p>selamat hari Ibu<br />
buat Ibu-ibu di seluruh dunia<br />
we love u mom&#8217;s . .</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/addinie.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/addinie.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/addinie.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/addinie.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/addinie.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/addinie.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/addinie.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/addinie.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/addinie.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/addinie.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/addinie.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/addinie.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/addinie.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/addinie.wordpress.com/266/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=addinie.wordpress.com&amp;blog=4145889&amp;post=266&amp;subd=addinie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://addinie.wordpress.com/2011/09/17/ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/95afc447203bcf82ebd39d20026bbe08?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">addinie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/11069_101861839842419_100000558114119_48491_3678784_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">11069_101861839842419_100000558114119_48491_3678784_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KERJA</title>
		<link>http://addinie.wordpress.com/2011/09/17/kerja/</link>
		<comments>http://addinie.wordpress.com/2011/09/17/kerja/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Sep 2011 05:36:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>addinie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://addinie.wordpress.com/?p=234</guid>
		<description><![CDATA[waktu duduk dibangku SMA saya tak pernah berangan-angan tinggi untuk bekerja di sebuah perusahaan besar. karna saya berpikir kerja apa aja, asal saya bisa dapatkan uang dan menghasilkan sesuatu yg bisa saya miliki, karena masa muda saya berbeda dengan sebagian teman-teman saya kala itu, mereka dengan mudahnya mendapatkan yang mereka mau. sedangkan saya, karena ekonomi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=addinie.wordpress.com&amp;blog=4145889&amp;post=234&amp;subd=addinie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/fghhh.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-262" title="fghhh" src="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/fghhh.jpg?w=450&#038;h=379" alt="" width="450" height="379" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">waktu duduk dibangku SMA saya tak pernah berangan-angan tinggi untuk bekerja di sebuah perusahaan besar. karna saya berpikir kerja apa aja, asal saya bisa dapatkan uang dan menghasilkan sesuatu yg bisa saya miliki, karena masa muda saya berbeda dengan sebagian teman-teman saya kala itu, mereka dengan mudahnya mendapatkan yang mereka mau. sedangkan saya, karena ekonomi yang tidak memungkinkan, terpaksa keinginan itu harus terpendam sampai saya bisa mendapatkan uang sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">ketika lulus sekolah, berbagai perusahaan pabrik saya datangi, kala itu kebanyakan sales yang dicari, namun saya paling tidak suka bekerja dilihat banyak orang, saya lebih baik bekerja di balik layar dengan mengahasilkan sebuah karya yang bisa dihargai oleh semua orang. Dari sekian puluhan surat lamaran yang saya buat tidak ada satupun perusahaan yang memanggil saya, sampai akhirnya tetangga saya menawari sebuah pekerjaan sebagai buruh pabrik borongan. saya tidak berfikir aneh-aneh karena saya memang tidak punya pengalaman apa-apa di bidang kerja. tanpa persyaratan yg mendetail sayapun akhirnya mencoba bekerja. awal bekerja saya merasa aneh, karena kebanyakan parah buruh orang yang sudah tua, saya bekerja di bagian produksi, awalnya saya takut dan grogi tapi semua itu bisa diatasi, tapi ketika pemilik pabrik itu datang, semuanya terasa beda, kecaman demi kecaman, teriak-teriak gg jelas, benar-benar seperti jaman penjajahan, matanya penuh dengan amarah kebencian. saat itu juga saya mulai geram, kenapa ada orang sejahat itu memerintahkan dengan tanpa belas kasih sambil menunjuk mata orang yg disuruhnya, sungguh dalam hati saya tidak suka cara ini. kita semua sama, meski hanya buruh kenapa tanpa sebab dy seenaknya menyuruh dengan cara yang kasar, padahal dy seorang perempuan. karena tidak betah, saya berjanji tidak akan lagi menginjakkan kaki diperusahaan yang penuh dengan kebencian tanpa alasan hanya karena mereka penguasa dan orang kaya.</p>
<p style="text-align:justify;">dari pengalaman sehari itu saya sempat trauma, tapi itu tidak berlangsung lama, saya memulai mencari-cari kerja diberbagai perusahaan yang ada. akhirnya ada sebuah perusahaan lama yang sudah tidak produksi dan kini produksi lagi dengan mencari karyawan-karyawan baru. tetap sama saya mendapatkan bagian di bidang produksi sebagai buruh pabrik sepatu sandal internasional, karena pemiliknya warga asing rata-rata orang pribumi hanya dijadikan buruh. sebelum saya menerima kerjaan itu saya sudah berfikir akan siap menerima konsekuensi kerja keras yang harus saya terima, hari-hari pertama saya masih semangat karena selain dapat kerja, saya juga dapat teman baru dari berbagai kalangan, dari mulai ibu-ibu, karyawan pabrik, anak kualiahan, anak orang kaya yang coba-coba kerja di pabrik.</p>
<p style="text-align:justify;">karna pemilik nya warga non muslim, disana tidak disediakan tempat untuk sholat, dan waktu istirahatnya pun sangat sedikit, itu yang membuat saya merasa tidak betah dengan fasilitas yang sangat tidak layak. untuk minum pun kita disediakan tong ukuran besar yang berisi air saringan, entah dari mana air itu didapatkan, apakah layak minum atau tidak. untuk makanpun kita butuh waktu 10 menit mencapai tempat lokasi kantin berada, banyangkan saja istirahat 30 menit, PP ke kantin 20 menit, makan 5-10 menit. bisa dibanyangkan waktu yang begitu sangat minim. hari demi hari banyak sekali karyawan yang mengundurkan diri, begitu juga yang masuk. sampai suatu ketika, ada sebuah kejadian yang sangat mengejutkan, dimana pemilik perusahaan itu tiba-tiba marah kepada salah satu buruh pabrik, dengan memakai bahasa asing dy teriak-teriak seperti orang yang kesetanan, sambil bentrok-bentrok meja, seluruh gudang pabrik mendengar hal itu. semua buruh dianggap seperti hewan yang disuruh-suruh tanpa dimengerti. padahal kita semua hidup di negara sendiri, tapi penjajahan masih saja terjadi. dan bahkan mereka semakin semena-mena tanpa ampun menghukum siapa saja yang sedikit melanggar aturan. karena hal itu saya memutuskan untuk resign secepatnya, 1 bulan saya bekerja BB turun 5 kg, waw!! bener-benar fantastis. rasanya lega banget, seperti keluar dari cengkraman harimau.<br />
tak lama kemudian tetangga saya menawarkan sebuah pekerjaan, tetap berlabel &#8220;buruh&#8221;, meski demikian buruh disini jauh lebih di hargai, tapi rasa minder yang bertahun-tahun saya rasakan membuat kreatifitasku terhimpit, ditambah dengan lingkungan yang jauh dari hiruk pikuk dunia luar.</p>
<p style="text-align:justify;">hari-hari saya selama kerja di Pabrik yang ke-3 ini dipenuhi oleh kelelahan, kesendirian,  karena setiap hari saya dihadapkan oleh sebuah mesin seukuran kamar tidur, ditambah udara yang panas menyengat, tenagapun tak boleh surut. sekali kita lengah, usai sudah pekerjaan kita. tapi meski demikian saya mampu bertahan sampai 2 tahun lebih, namun pribadi saya semakin tersudut, saya merasa terasingkan, semangatpun kadang hilang. kalaupun ada liburnya, yang bisa saya lakukan hanya tidur dan tidur, sistem kerja 3 shift membuat tubuh saya semakin lemah, belum lagi penyakit-penyakit apa saja yang hinggap ditubuhku dan tak bisa saya mengerti.</p>
<p style="text-align:justify;">ketika kejenuhan itu semakin tiba, ditambah rasa keadilan managemen perusahaan yang diterapkan sama saya sebagai buruh &#8220;BORONGAN&#8221; membuat saya lebih berani mengambil keputusan, saya ingin maju, kalaupun saya masih berguna, seharusnya saya memperoleh keadilan dan hak yang harus saya miliki, saya mulai mencari-cari kerja di tempat lain. waktu itu kebetulan tetangga saya menawarkan kerja di &#8220;Warnet&#8221;. awalnya saya ragu, karena basic saya untuk bidang komputer memang minim, tapi di satu sisi saya ingin sekali mencoba hal baru. setelah saya putuskan untuk menerima tawaran itu, saya pun keluar dari Perusahaan pabrik yang ke-3 ini selama 2,2 tahun. waktu yang cukup lama untuk memutuskan bangkit dan memperoleh keadilan yang semestinya diluaran sana.<br />
hari pertama kerja membuat saya gemetaran, dak-dik-duk.. karena saya memang seorang yang peminder, rasa itu sangat menganggu. tapi karena tekad, saya pun memberanikan diri, mencoba mengabaikan sifat kelemahan itu. akhirnya dengan bermodalkan tekad &#8220;BONEK&#8221; sayapun sedikit demi sedikit mengerti tentang komputer, ditambah rasa keingintahuan yang tinggi, tak segan-segan saya bertanya pada siapa saja, meski anak kecil sekalipun. saya akan bertanya sesuatu yang tidak saya mengerti. disitu saya mulai banyak teman, banyak wawasan, banyak pengalaman dari berbagai kehidupan. inilah dunia yang saya cari selama ini, meski gaji kecil, tapi hati dan otak saya juga butuh pencerahan. akhirnya lamban laun kehidupan saya mulai berubah, saya lebih bersemangat menjalani kehidupan ini, selain mempunyai teman baru di dunia nyata, di internetpun saya menemukan banyak hal selain teman dunia maya, berbagai wawasan dan ilmu pengetahuan sangat mudah didapatkan. saya begitu menikmati kerja ini, menjadi operator warung internet alias warnet.</p>
<p style="text-align:justify;">seperti sebelumnya, saya cukup lama bekerja disini, ilmu yang saya dapatkan dari internet membuka pikiran saya untuk mencari-cari pengalaman lain yang belum saya dapatkan, dari info tersebut saya menemukan tawaran menjadi telemarketing, yang sudah terlebih dahulu di postingan beberapa tahun lalu dengan judul &#8220;2 hari menjadi telemarketing&#8221; sungguh pengalaman yang luar biasa, tapi hal itu terjadi hanya dalam waktu 2 hari, lalu saya memutuskan untuk bertahan menjadi operator warnet, iseng-iseng chatt di Yahoo Messanger (YM) dari teman Friendster, saya pun berkenalan dengan seseorang. dan di YM saya ditawarkan bekerja di perusahaan dia, dengan embel-embel finansial yang mungkin bisa lebih baik dari pada operator warnet.  namun kegelisahan selalu menyelimuti kala saya membanyangkan pekerjaan yang saya hadapi, karena saya sadar basic yang bisa dibilang jauh dari ilmu komputer yang sebenarnya, tapi karena rasa pensaran itu selang beberapa jam saya pun melawar kerjaan dialamat tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">awalnya saya cukup kaget, karena ternyata tempat yang saya datangi adalah tempat kursus komputer, dimana ilmu komputer menjadi dominan bidang ini, selain itu beberapa barang yang harus dijual, terpaksa mengingat lagi ilmu marketing yang saya dapatkan, akhirnya bermodal rasa penasaran dan keingintahuan, sayapun memutuskan untuk menerima pekerjaan ini sebagai admin, marketing serta operator rental, dan resign menjadi operator warnet. hari-hari saya juga mulai berubah, jika sebelumnya tak ada tuntutan yang terlalu besar dalam hal apapun, disini saya dituntut rapi, dituntut bersih, elegan, layaknya kerja kantoran. tapi dari sini saya bisa belajar banyak hal, saya lebih rapi, lebih terarah, lebih dari sebelumnya. tetapi karena ruang lingkup yang jauh dari dunia luar, dan lumayan agak sepi, hari-hari saya hanya ditemani komputer dan fasilitas internet. yah.. meski kelihatannya monoton tapi saya begitu menikmatinya, saya mulai menemukan jati diri saya  yang sebenarnya, meski hanya secuil dari yang saya cari dalam diri saya, tapi saya sangat nyaman dengan kehidupan ini. mempunyai bos yang sungguh sangat mengerti kondisi saya, mengerti unek-unek saya, dan begitu baik kepada siapa saja, kadang terfikirkan untuk tak rela meninggalkan pekerjaan ini, karena saya belum tentu menemukan bos sebaik beliau.</p>
<p style="text-align:justify;">karena pekerjaan ini sudah lumayan lama, dan kadang terbesit keinginan untuk mencari pengalaman lain diluaran sana, sayapun mencari-cari info untuk lowongan pekerjaan, usaha saya menuai  hasil, dari beberapa step  test interview sayapun lolos dan diterima. namun hal itu justru membuat saya bimbang dan ragu untuk menerima, karena persiapan yang kurang matang ditambah finansial yang saya dapatkan masih saya ditempat saya sebelumnya, akhirnya saya memutuskan untuk tidak menerima pekerjaan itu. tak lama kemudian datang berbagai tawaran pekerjaan, entah mengapa saya pun terasa berat menerimanya, meski yang saya butuhkan adalah nilai finansial. namun saya juga berfikir faktor kenyamanan yang saya dapatkan, yah.. mungkin saya belum mendapatkan batu loncatan yang lebih dari pekerjaan saya yang sekarang. karena keinginan saya diluaran sana masih banyak, sayapun berharap suatu saat nanti saya mendapatkan pekerjaan yang selama ini saya impikan, dan sekarang saya akan menikmati dan mensyukuri apa yang telah saya dapatkan, karena Tuhan begitu sayang, pengalaman hidup saya begitu indah, persis dengan apa yang saya harapkan dariNya. semoga memang semua indah pada waktunya. terima kasihku ya Allah.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/14.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-263" title="14" src="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/14.jpg?w=450&#038;h=395" alt="" width="450" height="395" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/addinie.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/addinie.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/addinie.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/addinie.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/addinie.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/addinie.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/addinie.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/addinie.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/addinie.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/addinie.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/addinie.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/addinie.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/addinie.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/addinie.wordpress.com/234/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=addinie.wordpress.com&amp;blog=4145889&amp;post=234&amp;subd=addinie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://addinie.wordpress.com/2011/09/17/kerja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/95afc447203bcf82ebd39d20026bbe08?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">addinie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/fghhh.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">fghhh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/14.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">14</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kumpulan Puisi dan Syair Indah Jalaluddin Rumi</title>
		<link>http://addinie.wordpress.com/2011/09/16/kumpulan-puisi-dan-syair-indah-jalaluddin-rumi/</link>
		<comments>http://addinie.wordpress.com/2011/09/16/kumpulan-puisi-dan-syair-indah-jalaluddin-rumi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Sep 2011 07:02:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>addinie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://addinie.wordpress.com/?p=256</guid>
		<description><![CDATA[Jalaludin Rumi atau nama lengkapnya Maulana Jalaluddin Rumi Muhammad bin Hasin al Khattabi al-Bakri adalah sang pujangga dari tanah Persia. Selain penyair dia juga tokoh sufi yang berpengaruh di zamannya dia lahir pada 30 September 1207 Masehi di Balkh sebuah kota kecil di kota Khurasan, Afghanistan dan meninggal pada 17 Desember 1273 Masehi di Konya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=addinie.wordpress.com&amp;blog=4145889&amp;post=256&amp;subd=addinie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jalaludin Rumi atau nama lengkapnya Maulana Jalaluddin Rumi Muhammad bin Hasin al Khattabi al-Bakri adalah sang pujangga dari tanah Persia. Selain penyair dia juga tokoh sufi yang berpengaruh di zamannya dia lahir pada 30 September 1207 Masehi di Balkh sebuah kota kecil di kota Khurasan, Afghanistan dan meninggal pada 17 Desember 1273 Masehi di Konya (Turki).</p>
<p><a href="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/jalaluddin-rumi3.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-257" title="jalaluddin-rumi3" src="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/jalaluddin-rumi3.jpg?w=450" alt=""   /></a></p>
<p>Jalaluddin Rumi, ia mengekspresikannya tulisannya dalam bahasa cinta yang syarat makna. Melalui puisi-puisinya Rumi menyampaikan bahwa pemahaman atas dunia hanya mungkin didapat lewat cinta, bukan semata-mata lewat kerja fisik. Dalam puisinya Rumi juga menyampaikan bahwa Tuhan, sebagai satu-satunya tujuan, tidak ada yang menyamai.</p>
<p>Berikut kumpulan puisi atau syair Jalaludin Rumi tentang Cinta :</p>
<div>
<div style="text-align:center;"><strong>KERANA CINTA</strong></div>
<div style="text-align:center;">Kerana cinta duri menjadi mawar</div>
<div style="text-align:center;">kerana cinta cuka menjelma anggur segar</div>
<div style="text-align:center;">Kerana cinta keuntungan menjadi mahkota penawar</div>
<div style="text-align:center;">Kerana cinta kemalangan menjelma keberuntungan</div>
<div style="text-align:center;">Kerana cinta rumah penjara tampak bagaikan kedai mawar</div>
<div style="text-align:center;">Kerana cinta tompokan debu kelihatan seperti taman</div>
<div style="text-align:center;">Kerana cinta api yang berkobar-kobar</div>
<div style="text-align:center;">Jadi cahaya yang menyenangkan</div>
<div style="text-align:center;">Kerana cinta syaitan berubah menjadi bidadari</div>
<div style="text-align:center;">Kerana cinta batu yang keras</div>
<div style="text-align:center;">menjadi lembut bagaikan mentega</div>
<div style="text-align:center;">Kerana cinta duka menjadi riang gembira</div>
<div style="text-align:center;">Kerana cinta hantu berubah menjadi malaikat</div>
<div style="text-align:center;">Kerana cinta singa tak menakutkan seperti tikus</div>
<div style="text-align:center;">Kerana cinta sakit jadi sihat</div>
<div style="text-align:center;">Kerana cinta amarah berubah</div>
<div style="text-align:center;">menjadi keramah-ramahan</div>
<div style="text-align:center;"><strong>KEARIFAN CINTA </strong></div>
<div style="text-align:center;">CINTA yang dibangkitkan</div>
<div style="text-align:center;">oleh khayalan yang salah<br />
dan tidak pada tempatnya<br />
bisa saja menghantarkannya<br />
pada keadaan ekstasi.<br />
Namun kenikmatan itu,<br />
jelas tidak seperti bercinta dengan kekasih sebenarnya<br />
kekasih yang sedar akan hadirnya seseorang</div>
<div style="text-align:center;"><strong>CINTA</strong><strong></strong></div>
<div style="text-align:center;">“Dia adalah, orang yang tidak mempunyai ketiadaan,<br />
Saya mencintainya dan Saya mengaguminya,</div>
<div style="text-align:center;">Saya memilih jalannya dan Saya memalingkan muka ke jalannya.</div>
<div style="text-align:center;">Setiap orang mempunyai kekasih, dialah kekasih saya,</div>
<div style="text-align:center;">Kekasih yang abadi. Dia adalah orang yang Saya cintai,</div>
<div style="text-align:center;">Dia begitu indah, oh dia adalah yang paling sempurna.<br />
Orang-orang yang mencintainya adalah para pecinta</div>
<div style="text-align:center;">yang tidak pernah sekarat. Dia adalah dia dan</div>
<div style="text-align:center;">dia dan mereka adalah dia.Ini adalah sebuah rahasia</div>
<div style="text-align:center;">Jika kalian mempunyai cinta, kalian akan memahaminya.</div>
<div style="text-align:center;"><strong>CINTA : LAUTAN TAK BERTEPI</strong></div>
<div style="text-align:center;">Cinta adalah lautan tak bertepi</div>
<div style="text-align:center;">langit hanyalah serpihan buih belaka.<br />
Ketahuilah langit berputar karena gelombang Cinta</div>
<div style="text-align:center;">Andai tak ada Cinta, Dunia akan membeku.<br />
Bila bukan karena Cinta,</div>
<div style="text-align:center;">Bagaimana sesuatu yang organik berubah menjadi tumbuhan?</div>
<div style="text-align:center;">Bagaimana tumbuhan akan mengorbankan diri demi memperoleh ruh (hewani)?<br />
Bagaimana ruh (hewani) akan mengorbankan diri demi nafas (Ruh) yang menghamili Maryam?<br />
Semua itu akan menjadi beku dan kaku bagai salju</div>
<div style="text-align:center;">Tidak dapat terbang serta mencari padang ilalang bagai belalang.<br />
Setiap atom jatuh cinta pada Yang Maha Sempurna</div>
<div style="text-align:center;">Dan naik ke atas laksana tunas.<br />
Cita-cita mereka yang tak terdengar, sesungguhnya, adalah</div>
<div style="text-align:center;">lagu pujian Keagungan pada Tuhan.</div>
<div style="text-align:center;"><strong>PERIH CINTA</strong></div>
<div style="text-align:center;">Perih Cinta inilah yang membuka tabir hasrat pencinta:<br />
Tiada penyakit yang dapat menyamai dukacita hati ini.<br />
Cinta adalah sebuah penyakit karena berpisah, isyarat<br />
Dan astrolabium rahasia-rahasia Ilahi.<br />
Apakah dari jamur langit ataupun jamur bumi,<br />
Cintalah yang membimbing kita ke Sana pada akhirnya.<br />
Akal ’kan sia-sia bahkan menggelepar ’tuk menerangkan Cinta,<br />
Bagai keledai dalam lumpur: Cinta adalah sang penerang Cinta itu sendiri.<br />
Bukankah matahari yang menyatakan dirinya matahari?<br />
Perhatikanlah ia! Seluruh bukit yang kau cari ada di sana.</div>
<div style="text-align:center;"><strong>PERNYATAAN CINTA</strong></div>
<div style="text-align:center;">Bila tak kunyatakan keindahan-Mu dalam kata,</div>
<div style="text-align:center;">Kusimpan kasih-Mu dalam dada.</div>
<div style="text-align:center;">Bila kucium harum mawar tanpa cinta-Mu,</div>
<div style="text-align:center;">Segera saja bagai duri bakarlah aku.</div>
<div style="text-align:center;">Meskipun aku diam tenang bagai ikan,</div>
<div style="text-align:center;">Tapi aku gelisah pula bagai ombak dalam lautan</div>
<div style="text-align:center;">Kau yang telah menutup rapat bibirku,</div>
<div style="text-align:center;">Tariklah misaiku ke dekat-Mu.</div>
<div style="text-align:center;">Apakah maksud-Mu?</div>
<div style="text-align:center;">Mana kutahu?</div>
<div style="text-align:center;">Aku hanya tahu bahwa aku siap dalam iringan ini selalu.</div>
<div style="text-align:center;">Kukunyah lagi mamahan kepedihan mengenangmu,</div>
<div style="text-align:center;">Bagai unta memahah biak makanannya,</div>
<div style="text-align:center;">Dan bagai unta yang geram mulutku berbusa.</div>
<div style="text-align:center;">Meskipun aku tinggal tersembunyi dan tidak bicara,</div>
<div style="text-align:center;">Di hadirat Kasih aku jelas dan nyata.</div>
<div style="text-align:center;">Aku bagai benih di bawah tanah,</div>
<div style="text-align:center;">Aku menanti tanda musim semi.</div>
<div style="text-align:center;">Hingga tanpa nafasku sendiri aku dapat bernafas wangi,</div>
<div style="text-align:center;">Dan tanpa kepalaku sendiri aku dapat membelai kepala lagi.</div>
<div style="text-align:center;"><strong>TANPA CINTA, SEGALANYA TAK BERNILAI</strong></div>
<div style="text-align:center;">Jika engkau bukan seorang pencinta,</div>
<div style="text-align:center;">maka jangan pandang hidupmu adalah hidup</div>
<div style="text-align:center;">Sebab tanpa Cinta, segala perbuatan tidak akan</div>
<div style="text-align:center;">dihitung Pada Hari Perhitungan nanti</div>
<div style="text-align:center;">Setiap waktu yang berlalu tanpa Cinta,</div>
<div style="text-align:center;">akan menjelma menjadi wajah yang memalukan dihadapanNya.</div>
<div style="text-align:center;">Burung-burung Kesedaran telah turun dari langit</div>
<div style="text-align:center;">dan terikat pada bumi sepanjang dua atau tiga hari</div>
<div style="text-align:center;">Mereka merupakan bintang-bintang di langit</div>
<div style="text-align:center;">agama yang dikirim dari langit ke bumi</div>
<div style="text-align:center;">Demikian pentingnya Penyatuan dengan Allah</div>
<div style="text-align:center;">dan betapa menderitanya Keterpisahan denganNya.<br />
Wahai angin, buatlah tarian ranting-ranting</div>
<div style="text-align:center;">dalam zikir hari yang kau gerakkan dari Persatuan</div>
<div style="text-align:center;">Lihatlah pepohonan ini ! Semuanya gembira</div>
<div style="text-align:center;">bagaikan sekumpulan kebahagiaan</div>
<div style="text-align:center;">Tetapi wahai bunga ungu, mengapakah engkau larut dalam kepedihan ?</div>
<div style="text-align:center;">Sang lili berbisik pada kuncup : “Matamu yang menguncup akan segera mekar. Sebab engkau telah merasakan bagaimana Nikmatnya Kebaikan.”<br />
Di manapun, jalan untuk mencapai Kesucian Hati</div>
<div style="text-align:center;">adalah melalui Kerendahan Hati.</div>
<div style="text-align:center;">Hingga dia akan sampai pada jawaban “YA” dalam pertanyaan :</div>
<div style="text-align:center;">“Bukankah Aku ini Rabbmu ?”</div>
<div style="text-align:center;"><strong><br />
</strong></div>
</div>
<div style="text-align:center;">Selain itu Rumi juga menuliskan syair-syair indah lainnya.</div>
<div style="text-align:center;"><a href="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/puisi-cinta-jalaludin-rumi.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-258" title="Puisi Cinta Jalaludin Rumi" src="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/puisi-cinta-jalaludin-rumi.jpg?w=450" alt=""   /></a></div>
<div style="text-align:center;"><strong>PUASA MEMBAKAR HIJAB<br />
</strong></div>
<div style="text-align:center;">Rasa manis yang tersembunyi,</div>
<div style="text-align:center;">Ditemukan di dalam perut yang kosong ini!</div>
<div style="text-align:center;">Ketika perut kecapi telah terisi,</div>
<div style="text-align:center;">ia tidak dapat berdendang,</div>
<div style="text-align:center;">Baik dengan nada rendah ataupun tinggi.</div>
<div style="text-align:center;">Jika otak dan perutmu terbakar karena puasa,</div>
<div style="text-align:center;">Api mereka akan terus mengeluarkan ratapan dari dalam dadamu.</div>
<div style="text-align:center;">Melalui api itu, setiap waktu kau akan membakar seratus hijab.</div>
<div style="text-align:center;">Dan kau akan mendaki seribu derajat di atas jalan serta dalam hasratmu.</div>
<div style="text-align:center;"><strong>DIA TIDAK DI TEMPAT LAIN</strong></div>
<div style="text-align:center;">Salib dan ummat Kristen, ujung ke ujung, sudah kuuji.</div>
<div style="text-align:center;">Dia tidak di Salib.</div>
<div style="text-align:center;">Aku pergi ke kuil Hindu, ke pagoda kuno.</div>
<div style="text-align:center;">Tidak ada tanda apa pun di dalamnya.</div>
<div style="text-align:center;">Menuju ke pegunungan Herat aku melangkah,</div>
<div style="text-align:center;">dan ke Kandahar Aku memandang.</div>
<div style="text-align:center;">Dia tidak di dataran tinggi</div>
<div style="text-align:center;">maupun dataran rendah. Dengan tegas,</div>
<div style="text-align:center;">aku pergi ke puncak gunung Kaf (yang menakjubkan).</div>
<div style="text-align:center;">Di sana cuma ada tempat tinggal</div>
<div style="text-align:center;">(legenda) burung Anqa.</div>
<div style="text-align:center;">Aku pergi ke Ka’bah di Mekkah.</div>
<div style="text-align:center;">Dia tidak ada di sana.</div>
<div style="text-align:center;">Aku menanyakannya kepada Avicenna (lbnu Sina) sang filosuf</div>
<div style="text-align:center;">Dia ada di luar jangkauan Avicenna …</div>
<div style="text-align:center;">Aku melihat ke dalam hatiku sendiri.</div>
<div style="text-align:center;">Di situlah, tempatnya, aku melihat dirinya.</div>
<div style="text-align:center;">Dia tidak di tempat lain.</div>
<div style="text-align:center;"><strong>DISEBABKAN RIDHO-NYA<br />
</strong></div>
<div style="text-align:center;">Jika saja bukan karena keridhaan-Mu,</div>
<div style="text-align:center;">Apa yang dapat dilakukan oleh manusia yang seperti debu ini</div>
<div style="text-align:center;">dengan Cinta-Mu?</div>
<div style="text-align:center;"><strong>LETAK KEBENARAN<br />
</strong></div>
<div style="text-align:center;">Kebenaran sepenuhnya bersemayam di dalam hakekat,</div>
<div style="text-align:center;">Tapi orang dungu mencarinya di dalam kenampakan.</div>
<div style="text-align:center;"><strong>KAU DAN AKU</strong></div>
<div style="text-align:center;">Nikmati waktu selagi kita duduk di punjung,</div>
<div style="text-align:center;">Kau dan Aku;</div>
<div style="text-align:center;">Dalam dua bentuk dan dua wajah — dengan satu jiwa,</div>
<div style="text-align:center;">Kau dan Aku.</div>
<div style="text-align:center;">Warna-warni taman dan nyanyian burung memberi obat keabadian</div>
<div style="text-align:center;">Seketika kita menuju ke kebun buah-buahan, Kau dan Aku.</div>
<div style="text-align:center;">Bintang-bintang Surga keluar memandang kita –</div>
<div style="text-align:center;">Kita akan menunjukkan Bulan pada mereka, Kau dan Aku.</div>
<div style="text-align:center;">Kau dan Aku, dengan tiada ‘Kau’ atau ‘Aku’,</div>
<div style="text-align:center;">akan menjadi satu melalui rasa kita;</div>
<div style="text-align:center;">Bahagia, aman dari omong-kosong, Kau dan Aku.</div>
<div style="text-align:center;">Burung nuri yang ceria dari surga akan iri pada kita –</div>
<div style="text-align:center;">Ketika kita akan tertawa sedemikian rupa; Kau dan Aku.</div>
<div style="text-align:center;">Ini aneh, bahwa Kau dan Aku, di sudut sini …</div>
<div style="text-align:center;">Keduanya dalam satu nafas di Iraq, dan di Khurasan –</div>
<div style="text-align:center;">Kau dan Aku.</div>
<div style="text-align:center;"><strong>RAHASIA YANG TAK TERUNGKAP<br />
</strong></div>
<div style="text-align:center;">Apapun yang kau dengar dan katakan (tentang Cinta),</div>
<div style="text-align:center;">Itu semua hanyalah kulit.</div>
<div style="text-align:center;">Sebab, inti dari Cinta adalah sebuah</div>
<div style="text-align:center;">rahasia yang tak terungkapkan.</div>
<div style="text-align:center;"><strong>PERNYATAAN CINTA<br />
</strong></div>
<div style="text-align:center;">Bila tak kunyatakan keindahan-Mu dalam kata,</div>
<div style="text-align:center;">Kusimpan kasih-Mu dalam dada.</div>
<div style="text-align:center;">Bila kucium harum mawar tanpa cinta-Mu,</div>
<div style="text-align:center;">Segera saja bagai duri bakarlah aku.</div>
<div style="text-align:center;">Meskipun aku diam tenang bagai ikan,</div>
<div style="text-align:center;">Tapi aku gelisah pula bagai ombak dalam lautan</div>
<div style="text-align:center;">Kau yang telah menutup rapat bibirku,</div>
<div style="text-align:center;">Tariklah misaiku ke dekat-Mu.</div>
<div style="text-align:center;">Apakah maksud-Mu?</div>
<div style="text-align:center;">Mana kutahu?</div>
<div style="text-align:center;">Aku hanya tahu bahwa aku siap dalam iringan ini selalu.</div>
<div style="text-align:center;">Kukunyah lagi mamahan kepedihan mengenangmu,</div>
<div style="text-align:center;">Bagai unta memahah biak makanannya,</div>
<div style="text-align:center;">Dan bagai unta yang geram mulutku berbusa.</div>
<div style="text-align:center;">Meskipun aku tinggal tersembunyi dan tidak bicara,</div>
<div style="text-align:center;">Di hadirat Kasih aku jelas dan nyata.</div>
<div style="text-align:center;">Aku bagai benih di bawah tanah,</div>
<div style="text-align:center;">Aku menanti tanda musim semi.</div>
<div style="text-align:center;">Hingga tanpa nafasku sendiri aku dapat bernafas wangi,</div>
<div style="text-align:center;">Dan tanpa kepalaku sendiri aku dapat membelai kepala lagi.</div>
<div style="text-align:center;"><strong>HATI BERSIH MELIHAT TUHAN<br />
</strong></div>
<div style="text-align:center;">Setiap orang melihat Yang Tak Terlihat</div>
<div style="text-align:center;">dalam persemayaman hatinya.</div>
<div style="text-align:center;">Dan penglihatan itu bergantung pada seberapakah</div>
<div style="text-align:center;">ia menggosok hati tersebut.</div>
<div style="text-align:center;">Bagi siapa yang menggosoknya hingga kilap,</div>
<div style="text-align:center;">maka bentuk-bentuk Yang Tak Terlihat</div>
<div style="text-align:center;">semakin nyata baginya.</div>
<div style="text-align:center;"><strong><br />
</strong></div>
<div style="text-align:center;"><strong> KEMBALI PADA TUHAN</strong></div>
<div style="text-align:center;">Jika engkau belum mempunyai ilmu, hanyalah prasangka,</div>
<div style="text-align:center;">maka milikilah prasangka yang baik tentang Tuhan.Begitulah caranya!</div>
<div style="text-align:center;">Jika engkau hanya mampu merangkak,</div>
<div style="text-align:center;">maka merangkaklah kepadaNya!Jika engkau belum mampu berdoa dengan khusyuk,</div>
<div style="text-align:center;">maka tetaplah persembahkan doamu</div>
<div style="text-align:center;">yang kering, munafik dan tanpa keyakinan;</div>
<div style="text-align:center;">kerana Tuhan, dengan rahmatNya</div>
<div style="text-align:center;">akan tetap menerima mata wang palsumu!Jika engkau masih mempunyai</div>
<div style="text-align:center;">seratus keraguan mengenai Tuhan,</div>
<div style="text-align:center;">maka kurangilah menjadi sembilan puluh sembilan saja.Begitulah caranya!Wahai pejalan!</div>
<div style="text-align:center;">Biarpun telah seratus kali engkau ingkar janji,</div>
<div style="text-align:center;">ayuhlah datang, dan datanglah lagi!Kerana Tuhan telah berfirman:</div>
<div style="text-align:center;">“Ketika engkau melambung ke angkasa</div>
<div style="text-align:center;">ataupun terpuruk ke dalam jurang,</div>
<div style="text-align:center;">ingatlah kepadaKu, kerana Akulah jalan itu.”</div>
<div style="text-align:center;"><strong>KESUCIAN HATI<br />
</strong></div>
<div style="text-align:center;">Di manapun, jalan untuk mencapai kesucian hati</div>
<div style="text-align:center;">ialah melalui kerendahan hati.</div>
<div style="text-align:center;">Maka dia akan sampai pada jawaban “Ya” dalam pertanyaan</div>
<div style="text-align:center;">Bukankah Aku Tuhanmu?</div>
<div style="text-align:center;"><strong>MENYATU DALAM CINTA</strong></div>
<div style="text-align:center;">Berpisah dari Layla, Majnun jatuh sakit. Badan semakin lemah, sementara suhu badan semakin tinggi.Para tabib menyarankan bedah, “Sebagian darah dia harus dikeluarkan, sehinggu suhu badan menurun.”Majnun menolak, “Jangan, jangan melakukan bedah terhadap saya.”Para tabib pun bingung, “Kamu takut? padahal selama ini kamu masuk-keluar hutan seorang diri. Tidak takut menjadi mangsa macan, tuyul atau binatang buas lainnya. Lalu kenapa takut sama pisau bedah?”“Tidak, bukan pisau bedah itu yang kutakuti,” jawab Majnun.“Lalu, apa yang kau takuti?”“Jangan-jangan pisau bedah itu menyakiti Layla.”“Menyakiti Layla? Mana bisa? Yangn dibedah badanmu.”“Justru itu. Layla berada di dalam setiap bagian tubuhku. Mereka yang berjiwa cerah tak akan melihat perbedaan antara aku dan Layla.”</div>
<div style="text-align:center;"><strong>MEMAHAMI MAKNA<br />
</strong></div>
<div style="text-align:center;">Seperti bentuk dalam sebuah cermin, kuikuti Wajah itu.</div>
<div style="text-align:center;">Tuhan menampakkan dan menyembunyikan sifat-sifat-Nya.</div>
<div style="text-align:center;">Tatkala Tuhan tertawa, maka akupun tertawa.</div>
<div style="text-align:center;">Dan manakala Tuhan gelisah, maka gelisahlah aku.</div>
<div style="text-align:center;">Maka katakana tentang Diri-Mu, ya Tuhan.</div>
<div style="text-align:center;">Agar segala makna terpahami, sebab mutiara-mutiara</div>
<div style="text-align:center;">makna yang telah aku rentangkan di atas kalung pembicaraan</div>
<div style="text-align:center;">berasal dari Lautan-Mu.</div>
<div style="text-align:center;"><strong>TUHAN HADIR DALAM TIAP GERAK<br />
</strong></div>
<div style="text-align:center;">Tuhan berada dimana-mana.</div>
<div style="text-align:center;">Ia juga hadir dalam tiap gerak.</div>
<div style="text-align:center;">Namun Tuhan tidak bisa ditunjuk dengan ini dan itu.</div>
<div style="text-align:center;">Sebab wajah-Nya terpantul dalam keseluruhan ruang.</div>
<div style="text-align:center;">Walaupun sebenarnya Tuhan itu mengatasi ruang.</div>
<div style="text-align:center;"><strong>AKU ADALAH KEHIDUPAN KEKASIHKU<br />
</strong></div>
<div style="text-align:center;">Apa yang dapat aku lakukan, wahai umat Muslim?</div>
<div style="text-align:center;">Aku tidak mengetahui diriku sendiri.</div>
<div style="text-align:center;">Aku bukan Kristen, bukan Yahudi,</div>
<div style="text-align:center;">bukan Majusi, bukan Islam.</div>
<div style="text-align:center;">Bukan dari Timur, maupun Barat.</div>
<div style="text-align:center;">Bukan dari darat, maupun laut.</div>
<div style="text-align:center;">Bukan dari Sumber Alam,</div>
<div style="text-align:center;">Bukan dari surga yang berputar,</div>
<div style="text-align:center;">Bukan dari bumi, air, udara, maupun api;</div>
<div style="text-align:center;">Bukan dari singgasana, penjara, eksistensi, maupun makhluk;</div>
<div style="text-align:center;">Bukan dari India, Cina, Bulgaria, Saqseen;</div>
<div style="text-align:center;">Bukan dari kerajaan Iraq, maupun Khurasan;</div>
<div style="text-align:center;">Bukan dari dunia kini atau akan datang:</div>
<div style="text-align:center;">surga atau neraka;</div>
<div style="text-align:center;">Bukan dari Adam, Hawa,</div>
<div style="text-align:center;">taman Surgawi atau Firdaus;</div>
<div style="text-align:center;">Tempatku tidak bertempat,</div>
<div style="text-align:center;">jejakku tidak berjejak.</div>
<div style="text-align:center;">Baik raga maupun jiwaku: semuanya</div>
<div style="text-align:center;">adalah kehidupan Kekasihku …</div>
<div style="text-align:center;"><strong>LIHATLAH YANG TERDALAM<br />
</strong></div>
<div style="text-align:center;">Jangan kau seperti iblis,</div>
<div style="text-align:center;">Hanya melihat air dan lumpur ketika memandang Adam.</div>
<div style="text-align:center;">Lihatlah di balik lumpur,</div>
<div style="text-align:center;">Beratus-ratus ribu taman yang indah!</div>
<div style="text-align:center;"><strong>KETERASINGAN DI DUNIA<br />
</strong></div>
<div style="text-align:center;">Mengapa hati begitu terasing dalam dua dunia?</div>
<div style="text-align:center;">Itu disebabkan Tuhan Yang Tanpa Ruang,</div>
<div style="text-align:center;">Kita lemparkan menjadi terbatasi ruang.</div>
<p style="text-align:center;"><strong>RUMAH</strong></p>
<p style="text-align:center;">Jika sepuluh orang ingin memasuki sebuah rumah,<br />
dan hanya sembilan yang menemukan jalan masuk,<br />
yang kesepuluh mestinya tidak mengatakan, “Ini sudah takdir Tuhan.”<br />
Ia seharusnya mencari tahu apa kekurangannya.</p>
<p style="text-align:center;"><strong>DEBU DI ATAS CERMIN</strong></p>
<p style="text-align:center;">Hidup/jiwa seperti cermin bening; tubuh adalah debu di atasnya.<br />
Kecantikan kita tidak terasa, karena kita berada di bawah debu.</p>
<p style="text-align:center;"><strong>UPAYA</strong></p>
<p style="text-align:center;">Ikat dua burung bersama.<br />
Mereka tidak akan dapat terbang,<br />
kendati mereka tahu memiliki empat sayap.</p>
<p style="text-align:center;"><strong>BURUNG HANTU</strong></p>
<p style="text-align:center;">Hanya burung bersuara merdu yang dikurung.<br />
Burung hantu tidak dimasukkan sangkar</p>
<p style="text-align:center;"><strong>DUA ALANG-ALANG</strong></p>
<p style="text-align:center;">Dua alang-alang minum dari satu sungai.<br />
Satunya palsu, lainnya tebu.</p>
<p style="text-align:center;"><strong>KERJA</strong></p>
<p style="text-align:center;">Kerja bukan seperti yang dipikirkan orang.<br />
Bukan sekadar sesuatu yang<br />
jika sedang berlangsung, kau<br />
dapat melihatnya dari luar.<br />
Seberapa lama kita, di Bumi-dunia,<br />
seperti anak-anak<br />
Memenuhi lintasan kita dengan debu dan batu dan serpihan-serpihan?<br />
Mari kita tinggalkan dunia<br />
dan terbang ke surga,<br />
Mari kita tinggalkan kekanak-kanakan<br />
dan menuju ke kelompok Manusia.</p>
<p style="text-align:center;"><strong>BURUNG HANTU dan ELANG RAJA</strong></p>
<p style="text-align:center;">Seekor elang kerajaan hinggap di dinding reruntuhan yang dihuni burung hantu.<br />
Burung-burung hantu menakutkannya, si elang berkata, “Bagi kalian tempat ini mungkin tampak makmur, tetapi tempatku ada di pergelangan tangan raja.”<br />
Beberapa burung hantu berteriak kepada temannya, “Jangan percaya kepadanya!<br />
Ia menggunakan tipu muslihat untuk mencuri rumah kita.”</p>
<p style="text-align:center;">By : Jalaluddin Rumi</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/addinie.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/addinie.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/addinie.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/addinie.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/addinie.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/addinie.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/addinie.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/addinie.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/addinie.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/addinie.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/addinie.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/addinie.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/addinie.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/addinie.wordpress.com/256/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=addinie.wordpress.com&amp;blog=4145889&amp;post=256&amp;subd=addinie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://addinie.wordpress.com/2011/09/16/kumpulan-puisi-dan-syair-indah-jalaluddin-rumi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/95afc447203bcf82ebd39d20026bbe08?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">addinie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/jalaluddin-rumi3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jalaluddin-rumi3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/puisi-cinta-jalaludin-rumi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Puisi Cinta Jalaludin Rumi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MAIA ROSYIDAH</title>
		<link>http://addinie.wordpress.com/2011/09/14/maia-rosyidah/</link>
		<comments>http://addinie.wordpress.com/2011/09/14/maia-rosyidah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Sep 2011 08:46:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>addinie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://addinie.wordpress.com/?p=238</guid>
		<description><![CDATA[Maia Rosyidah lahir di Salatiga, 29 November 1988. Sejak usia 7 tahun sudah memiliki hobi membaca dan menulis. Maia melalui pendidikannya dari sang Ibu di rumah. Kemudian melanjutkan ke SD Tingkir Tengah 02 dan siangnya belajar agama di sebuah Madrasah Pesantren yang ada di  dekat desanya. Sambil bersekolah dan mendalami agama, dia terus menekuni dunia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=addinie.wordpress.com&amp;blog=4145889&amp;post=238&amp;subd=addinie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Maia Rosyidah lahir di Salatiga, 29 November 1988. Sejak usia 7 tahun sudah memiliki hobi membaca dan menulis. Maia melalui pendidikannya dari sang Ibu di rumah. Kemudian melanjutkan ke SD Tingkir Tengah 02 dan siangnya belajar agama di sebuah Madrasah Pesantren yang ada di  dekat desanya. Sambil bersekolah dan mendalami agama, dia terus menekuni dunia menulis dan film secara ottodidak.</p>
<p><a href="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/194406_1742979107290_1623090409_1585409_5161064_o.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-239" title="194406_1742979107290_1623090409_1585409_5161064_o" src="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/194406_1742979107290_1623090409_1585409_5161064_o.jpg?w=450&#038;h=600" alt="" width="450" height="600" /></a></p>
<p>Selepas SD, Maia melanjutkan belajar agama di Pesantren Salaf milik KH.Abdullah Rasyad dan putra beliau, KH. Munawir di Krapyak Yogyakarta selama satu tahun. Sambil mondok, dia tetap menulis dan belajar tentang film melalui Koran dan Majalah, karena belajar tentang TV dan Radio dilarang di pesantren tersebut. Kemudian belajar agama lagi di Pesantren milik KH.Ali Maksum selama empat tahun  sambil bersekolah MTs (SMP) dan berlanjut hanya sampai kelas 1 MA (SMU).</p>
<p><a href="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/25424_1338199668057_1623090409_768837_3951574_n.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-240" title="25424_1338199668057_1623090409_768837_3951574_n" src="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/25424_1338199668057_1623090409_768837_3951574_n.jpg?w=450&#038;h=322" alt="" width="450" height="322" /></a></p>
<p>Prestasinya selama di sekolah tidak pernah bagus. Maia juga pernah tinggal kelas. Selepas ujian semester kelas 1 SMU, dia memilih putus sekolah dan pulang ke Salatiga. Sampai di Salatiga, pertengahan tahun 2005 Maia bergabung di Sekolah Alternatif Qaryah Thayyibah atau sekarang Komunitas Belajar Qaryah Thayyibah (KBQT). Karena tahun tersebut KBQT belum terselenggara SMU, Maia akhirnya memutuskan untuk mengulang ke SMP.</p>
<p>Dari sini, karya – karya tulisnya mulai bermunculan di media massa, cetak dan elektronik. Artikelnya tentang Aceh dimuat di <em>Suara Merdeka</em> selama 6 edisi berturut – turut. Artikelnya tentang Pendidikan  dimuat di<em> Media Indonesia</em>. Novelletnya yang berjudul<em> JaJa</em> (Jagoan Jakarta) dimuat di majalah anak Rock, Gradasi. Dia juga melakoni wawancara tentang pendidikan di <em>KOMPAS, Jawa Pos, Solo Pos, Media Indonesia</em>. Juga stasiun TV seperti <em>Metro TV (OASIS), TV One, RCTI, TVRI</em> dan stasiun TV lokal seperti <em>TVB, JakTV, DII TV, Pro TV</em>. Juga wawancara di radio <em>Internasional BBC</em>.</p>
<p><a href="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/23671_1268414518058_1460676096_30653229_6829738_n.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-241" title="23671_1268414518058_1460676096_30653229_6829738_n" src="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/23671_1268414518058_1460676096_30653229_6829738_n.jpg?w=450" alt=""   /></a></p>
<p><a href="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/6256_1139982672756_1623090409_332322_4716458_n.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-246" title="6256_1139982672756_1623090409_332322_4716458_n" src="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/6256_1139982672756_1623090409_332322_4716458_n.jpg?w=450" alt=""   /></a></p>
<p>Novelnya antara lain berjudul <em>Kia Tawuran / Tarian Cinta</em> (Matapena, 2007) dan<em> Sekolahku Bukan Sekolah</em> (Matapena, 2009). Karya Nonfiksi berjudul<em> Gus Dur Asyik Loh</em> terbit di Wahid Institude Jakarta. Sementara Novel <em>Jean Satria’s</em> <em>Love Poems</em> dan Antologi Puisi ‘<em>Bendera Setengah Tiang’</em> terbit melalui jalur indie. Juga banyak novelnya yang masih tersimpan dalam file, antara lain : <em>Rockmantis, Lovely Fathima-Ali</em>, Catatan Seorang Novelis, <em>JB Comes to Depok</em> dan lain – lain.</p>
<p><a href="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/64389_1438312845410_1460676096_31029971_73512_n.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-242" title="64389_1438312845410_1460676096_31029971_73512_n" src="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/64389_1438312845410_1460676096_31029971_73512_n.jpg?w=450&#038;h=337" alt="" width="450" height="337" /></a></p>
<p>Maia juga kerap hadir sebagai Narasumber di hadapan para dosen dan mahasiswa <em>UI, UNJ, UNDIP</em>, Universitas ternama lainnya. Tahun 2007 diundang di kantor Direktorat Jakarta.</p>
<p>Akhir 2007 berangkat ke Aceh atas Rekomendasi sebuah Lembaga Internasional sebagai relawan untuk memotivasi anak – anak korban gempa dan tsunami. Agustus – September 2008 kembali ke Aceh. Dan awal korban gempa di Pariaman, Padang Sumatera Barat.</p>
<p><a href="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/10132_1157771317461_1623090409_383036_3381547_n.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-247" title="10132_1157771317461_1623090409_383036_3381547_n" src="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/10132_1157771317461_1623090409_383036_3381547_n.jpg?w=450&#038;h=295" alt="" width="450" height="295" /></a></p>
<p><a href="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/24034_1298176507503_1623090409_684944_7550018_n.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-248" title="24034_1298176507503_1623090409_684944_7550018_n" src="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/24034_1298176507503_1623090409_684944_7550018_n.jpg?w=450&#038;h=337" alt="" width="450" height="337" /></a></p>
<p>Di sekolah <em>Qaryah Thayyibah</em>, Maia bersama teman – temannya telah mendirikan Teater bernama <em>Teater Gedhek</em>, mendirikan Production House bernama <em>MR. Cinemages</em> dan menggagas UK (Universitas Kehidupan). Naskah teaternya diapresiasi oleh media massa, cetak dan elektronik, antara lain : <em>Sajak Orang Gila, BOBROK, Jilumpet Mati Pet, Sajak 99 Nama</em> dan lain – lain.</p>
<p><a href="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/6256_1141580472700_1623090409_337096_4871843_n.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-243" title="6256_1141580472700_1623090409_337096_4871843_n" src="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/6256_1141580472700_1623090409_337096_4871843_n.jpg?w=450&#038;h=600" alt="" width="450" height="600" /></a></p>
<p><a href="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/17840_1226620278642_1623090409_538018_2665901_n.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-249" title="17840_1226620278642_1623090409_538018_2665901_n" src="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/17840_1226620278642_1623090409_538018_2665901_n.jpg?w=450&#038;h=337" alt="" width="450" height="337" /></a></p>
<p><a href="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/14561_1198876945076_1623090409_479984_1412106_n.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-251" title="14561_1198876945076_1623090409_479984_1412106_n" src="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/14561_1198876945076_1623090409_479984_1412106_n.jpg?w=450&#038;h=325" alt="" width="450" height="325" /></a></p>
<p>Maia juga menekuni bidang ilmu Al-Quran &amp; Tafsir dan mengkajinya di berbagai majelis dan forum diskusi.</p>
<p><a href="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/9331_1177127401351_1623090409_430309_1181559_n1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-245" title="9331_1177127401351_1623090409_430309_1181559_n" src="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/9331_1177127401351_1623090409_430309_1181559_n1.jpg?w=450" alt=""   /></a></p>
<p>Itulah sepenggal cerita dari Novelis muda Maia Rosyidah, masih banyak hal positif yang bisa kita pelajari dari Perempuan muda ini, dan bagi saya Maia bukan hanya sahabat namun guru muda yang mengajarkan banyak hal, dari setiap sudut pandangnya akan kehidupan. Lewat tulisan – tulisannya saya mendapatkan penyegaran akan konsep-konsep ideologi penuh karakteristik, Maia mempunyai keberanian yang mungkin jarang kita jumpai dari seorang pemuda seumuran dia. Kontroversi yang sering dia hadapi merupakan makanan sehari-hari baginya, namun bukan Maia namanya jika dia harus berhenti berkarya hanya karena hujatan dan cemooh yang dilayangkan kepadanya. Kesungguhan dia dalam belajar dan mencari ilmu setinggi-tingginya menginspirasi saya untuk tetap mempelajari segala hal dari segi manapun. Seiring berjalannya waktu karya dia semakin bervariasi dalam segala bidang, bahkan dalam segi politik pun ikut andil untuk memberikan apresiasi lewat pemikiran dia yang patut diperhitungkan oleh Pemerintah Republik ini.</p>
<p><a href="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/14561_1200204658268_1623090409_482722_1526584_n.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-250" title="14561_1200204658268_1623090409_482722_1526584_n" src="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/14561_1200204658268_1623090409_482722_1526584_n.jpg?w=450&#038;h=252" alt="" width="450" height="252" /></a></p>
<p>Semoga Maia selalu di berikan kesehatan lahir bathin agar dia tetap bisa berkarya sampai kapanpun, dan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk semua yang saya dapat, saya pelajari darinya…</p>
<p><a href="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/17840_1246461534661_1623090409_581494_5878107_n.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-252" title="17840_1246461534661_1623090409_581494_5878107_n" src="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/17840_1246461534661_1623090409_581494_5878107_n.jpg?w=450&#038;h=600" alt="" width="450" height="600" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/addinie.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/addinie.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/addinie.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/addinie.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/addinie.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/addinie.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/addinie.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/addinie.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/addinie.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/addinie.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/addinie.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/addinie.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/addinie.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/addinie.wordpress.com/238/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=addinie.wordpress.com&amp;blog=4145889&amp;post=238&amp;subd=addinie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://addinie.wordpress.com/2011/09/14/maia-rosyidah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/95afc447203bcf82ebd39d20026bbe08?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">addinie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/194406_1742979107290_1623090409_1585409_5161064_o.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">194406_1742979107290_1623090409_1585409_5161064_o</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/25424_1338199668057_1623090409_768837_3951574_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">25424_1338199668057_1623090409_768837_3951574_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/23671_1268414518058_1460676096_30653229_6829738_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">23671_1268414518058_1460676096_30653229_6829738_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/6256_1139982672756_1623090409_332322_4716458_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">6256_1139982672756_1623090409_332322_4716458_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/64389_1438312845410_1460676096_31029971_73512_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">64389_1438312845410_1460676096_31029971_73512_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/10132_1157771317461_1623090409_383036_3381547_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">10132_1157771317461_1623090409_383036_3381547_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/24034_1298176507503_1623090409_684944_7550018_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">24034_1298176507503_1623090409_684944_7550018_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/6256_1141580472700_1623090409_337096_4871843_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">6256_1141580472700_1623090409_337096_4871843_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/17840_1226620278642_1623090409_538018_2665901_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">17840_1226620278642_1623090409_538018_2665901_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/14561_1198876945076_1623090409_479984_1412106_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">14561_1198876945076_1623090409_479984_1412106_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/9331_1177127401351_1623090409_430309_1181559_n1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">9331_1177127401351_1623090409_430309_1181559_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/14561_1200204658268_1623090409_482722_1526584_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">14561_1200204658268_1623090409_482722_1526584_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://addinie.files.wordpress.com/2011/09/17840_1246461534661_1623090409_581494_5878107_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">17840_1246461534661_1623090409_581494_5878107_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Malam lailatur Qodar</title>
		<link>http://addinie.wordpress.com/2009/08/29/malam-lailatur-qodar/</link>
		<comments>http://addinie.wordpress.com/2009/08/29/malam-lailatur-qodar/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 03:49:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>addinie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://addinie.wordpress.com/?p=228</guid>
		<description><![CDATA[Malam Lailatul qadar begitu tidak asing di telinga kita, utamanya umat islam. Apa sajakah keutamaannya, dan juga tanda-tanda dari malam lailatul qadar. Mengapa ia begitu penting, hingga Rasulpun menyuruh kita untuk mencarinya di setiap bulan ramadhan, khususnya pada 10 hari terakhir. Keutamaannya sangat besar, karena malam inilah awal turunnya Al Quran Al Karim yang membimbing [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=addinie.wordpress.com&amp;blog=4145889&amp;post=228&amp;subd=addinie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-227" title="qadar" src="http://addinie.files.wordpress.com/2009/08/qadar.jpg?w=450" alt="qadar"   /></p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-231" title="alqadr" src="http://addinie.files.wordpress.com/2009/08/alqadr.png?w=450" alt="alqadr"   /></p>
<p><em>Malam Lailatul qadar begitu tidak asing di telinga kita, utamanya umat islam. Apa sajakah keutamaannya, dan juga tanda-tanda dari malam lailatul qadar. Mengapa ia begitu penting, hingga Rasulpun menyuruh kita untuk mencarinya di setiap bulan ramadhan, khususnya pada 10 hari terakhir. </em></p>
<p><em><strong>Keutamaannya sangat besar, karena malam inilah awal turunnya Al Quran Al Karim </strong>yang membimbing orang-orang yang berpegang dengannya ke jalan kemuliaan dan mengangkatnya ke derajat yang mulia dan abadi..</em></p>
<p><em>Berikut ini, nash-nash dari Qur’an maupun hadits shahih yang menjelaskan tentang malam tersebut.</em></p>
<p><em>1. Keutamaan Malam Lailatul Qadar</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Cukuplah untuk mengetahui tingginya kedudukan Lailatul Qadar dengan mengetahui bahwasanya malam itu lebih baik dari seribu bulan, Allah berfirman (yang artinya),</em></p>
<p><em> [1] <strong>Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan</strong>. [2] Dan tahukah kamu <strong>apakah malam kemuliaan itu</strong>? [3] Malam kemuliaan itu <strong>lebih baik dari seribu bulan</strong>. [4] <strong>Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril </strong>dengan izin Tuhannya <strong>untuk mengatur segala urusan</strong>. [5] Malam itu <strong>(penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar</strong>. [QS Al Qadar: 1 - 5]</em></p>
<p><em> Dan pada malam itu dijelaskan segala urusan nan penuh hikmah,</em></p>
<p><em>[3]Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. [4] Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, [5] (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah Yang mengutus rasul-rasul, [6] sebagai rahmat dari Tuhanmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. [QS Ad Dukhoon: 3 - 6]</em></p>
<p><em>2. Waktunya</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Diriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa malam tersebut terjadi pada malam tanggal 21, 23, 25, 27, 29 dan akhir malam bulan Ramadhan. (Pendapat-pendapat yang ada dalam masalah ini berbeda-beda, Imam Al Iraqi telah mengarang satu risalah khusus diberi judul Syarh Shadr bidzkri Lailatul Qadar, membawakan perkatan para ulama dalam masalah ini, lihatlah).</em></p>
<p><em> Imam Syafi’i berkata, “Menurut pemahamanku, wallahu a’lam, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab sesuai yang ditanyakan, ketika ditanyakan kepada beliau, “Apakah kami mencarinya di malam hari?”, beliau menjawab, “Carilah di malam tersebut.”. (Sebagaimana dinukil al Baghawi dalam Syarhus Sunnah 6/388).</em></p>
<p><em> Pendapat yang paling kuat, terjadinya malam Lailatul Qadr itu pada malam terakhir bulan Ramadhan, berdasarkan hadits ‘Aisyah radiyallahu ‘anha, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dan beliau bersabda, (yang artinya) “<strong>Carilah malam Lailatur Qadar di (malam ganjil) pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan</strong>.” (HR Bukhari 4/255 dan Muslim 1169)</em></p>
<p><em> Jika seseorang merasa lemah atau tidak mampu, janganlah sampai terluput dari tujuh hari terakhir, karena riwayat Ibnu Umar (dia berkata): Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Carilah di sepuluh hari terakhir, jika tidak mampu maka jangan sampai terluput tujuh hari sisanya.” (HR Bukhari 4/221 dan Muslim 1165).</em></p>
<p><em> Ini menafsirkan sabdanya (yang artinya), “Aku melihat mimpi kalian telah terjadi, maka barangsiapa ingin mencarinya, carilah pada tujuh hari yang terakhir.” (Lihat maraji’ diatas).</em></p>
<p><em> Telah diketahui dalam sunnah, pemberitahuan ini ada karena perdebatan para sahabat. Dari Ubadah bin Shamit radhiyallahu ‘anhu, ia berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar pada malam Lailatul Qadar, ada dua orang sahabat berdebat, beliau bersabda, “Aku keluar untuk mengkhabarkan kepada kalian tentang malam Laitul Qadar, tetapi fulan dan fulan (dua orang) berdebat hingga diangkat tidak bisa lagi diketahui kapan lailatul qadar terjadi), semoga ini lebih baik bagi kalian, maka carilah pada malam 29, 27, 25 (dan dalam riwayat lain: tujuh, sembilan, lima).” (HR Bukhari 4/232).</em></p>
<p><em>Telah banyak hadits yang mengisyaratkan bahwa malam Lailatul Qadar itu pada sepuluh hari terakhir, yang lainnya menegaskan di malam ganjil sepuluh hari terakhir. Hadits yang pertama sifatnya umum, sedang hadits kedua adalah khusus, maka riwayat yang khusus lebih diutamakan daripada yang umum, dan telah banyak hadits yang lebih menerangkan bahwa malam Lailatul Qadar itu ada pada tujuh hari terakhir bulan Ramadhan, tetapi ini dibatasi kalau tidak mampu dan lemah, tidak ada masalah. Maka dengan ini, cocoklah hadits-hadits tersebut, tidak saling bertentangan, bahkan bersatu tidak terpisahkan.</em></p>
<p><em>Kesimpulannya, jika seseorang muslim mencari malam Lailatul Qadar, carilah pada malam ganjil sepuluh hari terakhir, 21, 23, 25, 27 dan 29. Kalau lemah dan tidak mampu mencari pada sepuluh hari terakhir, maka carilah pada malam ganjil tujuh hari terakhir yaitu 25, 27 dan 29. Wallahu a’lam.</em></p>
<p><em>Adapun<strong> hikmah berpindah-pindahnya malam Lailatul-Qodar supaya orang-orang yang malas menjalankan ibadah, mereka bersemangat untuk menjalankan ibadah pada 10 hari terakhir di bulan Romadlon. Hikmah yang lainnya juga yaitu agar menambah amal shalih seseorang untuk mendekatkan diri kepada Allah</strong>. (Syaikh Utsaimin)</em></p>
<p><em>Paling benarnya pendapat lailatul qadr adalah pada tanggal ganjil 10 hari terakhir pada bulan Ramadhan, yang menunjukkan hal ini adalah hadits Aisyah, ia berkata: Adalah Rasulullah beri’tikaf pada 10 terakhir pada bulan Ramadhan dan berkata, “Selidikilah malam lailatul qadr pada tanggal ganjil 10 terakhir bulan Ramadhan.”</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>3. Bagaimana Mencari Malam Lailatul Qadar</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Sesungguhnya malam yang diberkahi ini, barangsiapa yang diharamkan untuk mendapatkannya, maka sungguh telah diharamkan seluruh kebaikan (baginya). Dan tidaklah diharamkan kebaikan itu, melainkan (bagi) orang yang diharamkan (untuk mendapatkannya). Oleh karena itu, dianjurkan bagi muslimin (agar) bersemangat dalam berbuat ketaatan kepada Allah untuk menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahalaNya yang besar, jika (telah) berbuat demikian (maka) akan diampuni Allah dosa-dosanya yang telah lalu. (HR Bukhari 4/217 dan Muslim 759).</em></p>
<p><em> Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “<strong>Barangsiapa berdiri (shalat) pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu</strong>.” (HR Bukhari 4/217 dan Muslim 759) </em></p>
<p><em>Disunnahkan untuk <strong>memperbanyak do’a pada malam tersebut</strong>. Telah diriwayatkan dari sayyidah ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, (dia) berkata, “Aku bertanya, Ya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, apa pendapatmu jika aku tahu kapan malam Lailatul Qadar (terjadi), apa yang harus aku ucapkan?” Beliau menjawab, <strong>“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii. Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan mencintai orang yang meminta ampunan, maka ampunilah aku</strong>.” (HR Tirmidzi (3760), Ibnu Majah (3850), dari Aisyah, sanadnya shahih. Lihat syarahnya Bughyatul Insan fi Wadhaifi Ramadhan, halaman 55-57, karya ibnu Rajab al Hanbali). </em></p>
<p><em>Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, “Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila masuk pada sepuluh hari (terakhir bulan Ramadhan), beliau mengencangkan kainnya (menjauhi wanita yaitu istri-istrinya karena ibadah, menyingsingkan badan untuk mencari Lailatul Qadar), menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya.” (HR Bukhari 4/233 dan Muslim 1174).</em></p>
<p><em>Juga dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, (dia berkata), “Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersungguh-sungguh (beribadah apabila telah masuk) malam kesepuluh (terakhir), yang tidak pernah beliau lakukan pada malam-malam lainnya.” (HR Muslim 1174).</em></p>
<p><em>4. Tanda-tandanya</em></p>
<p><em>Adapun alamat secara langsung (yaitu pada malamnya), di antaranya:</em></p>
<p><em>1. </em><em>Sinar cahaya sangat kuat pada malam Lailatul Qodar dibandingkan dengan malam-malam yang lainnya. Tanda ini pada zaman sekarang hanya bisa dirasakan oleh mereka yang tinggal ditempat yang jauh dari sinar listrik atau sejenisnya.</em></p>
<ol>
<li><em>Bertambah kuatnya      cahaya pada malam itu.</em></li>
</ol>
<p><em>3. </em><em>Thuma’ninah. Yaitu ketenangan dan kelapangan hati yang dirasakan oleh orang-orang yang beriman lebih kuat dari malam-malam yang yang lainnya.</em></p>
<p><em>4. </em><em>Angin dalam keadaan tenang pada malam Lailatul Qodar, tidak berhembus kencang (tidak ada badai) dan tidak ada guntur. Hal ini berdasarkan hadits dari shohabat Jabir bin Abdillah sesungguhnya Rosululloh bersabda (yang artinya), “Sesungguhnya Aku melihat Lailatul-Qodar kemudian dilupakannya, Lailatul-Qodar turun pada 10 akhir (bulan Romadlon) yaitu malam yang terang, tidak dingin dan tidak panas serta tidak turun hujan”. (HR. Ibnu Khuzaimah no.2190 dan Ibnu Hibban no.3688 dan dishohihkan oleh keduanya). Kemudian, hadits dari shohabat ‘Ubadah bin Shomit sesungguhnya Rosululloh bersabda (yang artinya) “Sesungguhnya alamat Lailatul-Qodar adalah malam yang cerah dan terang seakan-akan nampak didalamnya bulan bersinar terang, tetap dan tenang, tidak dingin dan tidak panas. Haram bagi bintang-bintang melempar pada malam itu sampai waktu subuh. Sesungguhnya termasuk dari tandanya adalah matahari terbit pada pagi harinya dalam keadaan tegak lurus, tidak tersebar sinarnya seperti bulan pada malam purnama, haram bagi syaithon keluar bersamanya (terbitnya matahari) pada hari itu”. (HR. Ahmad 5/324, Al-Haitsamy 3/175 dia berkata : perawinya tsiqoh)</em></p>
<p><em>5. </em><em>Terkadang Alloh memperlihatkan malam Lailatul-Qadar kepada seseorang dalam mimpinya. Sebagaimana hal ini terjadi pada diri para shahabat Rosululloh .</em></p>
<p><em>6. </em><em>Kenikmatan beribadah dirasakan oleh seseorang pada malam Lailatul-Qodar lebih tinggi dari malam-malam yang lainnya.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Ketahuilah hamba yang taat -mudah-mudahan Allah menguatkanmu dengan ruh dariNya dan membantu dengan pertolonganNya- sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menggambarkan paginya malam Lailatul Qadar agar seorang muslim mengetahuinya.</em></p>
<p><em>Dari Ubay radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Pagi hari malam Lailatul Qadar, matahari terbit tanpa sinar menyilaukan, seperti bejana hingga meninggi.” (HR Muslim 762).</em></p>
<p><em>Dari Abu Hurairah, ia berkata: Kami menyebutkan malam Lailatul Qadar di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda (yang artinya), “Siapa di antara kalian yang ingat ketika terbit bulan, seperti syiqi jafnah.” (HR Muslim 1170. Perkataannya “Syiqi Jafnah”, syiq artinya setengah, jafnah artinya bejana. Al Qadli ‘Iyadh berkata, “Dalam hadits ini ada isyarat bahwa malam Lailatul Qadar hanya terjadi di akhir bulan, karena bulan tidak akan seperti demikian ketika terbit kecuali di akhir-akhir bulan.”)</em></p>
<p><em>Dan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “(Malam) Lailatul Qadar adalah malam yang indah, cerah, tidak panas dan tidak juga dingin, (dan) keesokan harinya cahaya sinar mataharinya melemah kemerah-merahan.” (HR Thayalisi (349), Ibnu Khuzaimah (3/231), Bazzar (1/486), sanadnya hasan).</em></p>
<p><em>Adapun alamat yang menyebutkan bahwa tidak ada atau sedikit gonggongan anjing pada malam Lailatul-Qodar adalah tidak benar, karena terkadang dijumpai pada 10 malam terakhir di bulan Romadlon anjing dalam keadaan menyalak/menggonggong. (Syaikh Utsaimin)</em></p>
<p><em>Bagaimana saudaraku semua tidak inginkah kita memperoleh kemuliaan dari malam lailatul qadar?ramadhan sudah memasuki 10 hari terakhir, mari berlomba dalam memperolehnya…</em></p>
<p><em>Semoga kita diberi anugerah oleh allah untuk dapat memperoleh kemuliaan dari Lailatul qadar, dan diampuni dosa-dosa kita…Amin… </em></p>
<p><em>Ya Allah, terimalah ibadah hamba yang sedikit ini, dan ampunilah dosa hamba yang begitu banyak..Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, dan memberi ampun kepada yang Engkau kehendaki…</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/addinie.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/addinie.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/addinie.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/addinie.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/addinie.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/addinie.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/addinie.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/addinie.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/addinie.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/addinie.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/addinie.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/addinie.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/addinie.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/addinie.wordpress.com/228/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=addinie.wordpress.com&amp;blog=4145889&amp;post=228&amp;subd=addinie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://addinie.wordpress.com/2009/08/29/malam-lailatur-qodar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/95afc447203bcf82ebd39d20026bbe08?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">addinie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://addinie.files.wordpress.com/2009/08/qadar.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">qadar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://addinie.files.wordpress.com/2009/08/alqadr.png" medium="image">
			<media:title type="html">alqadr</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rinduku</title>
		<link>http://addinie.wordpress.com/2009/07/24/rinduku/</link>
		<comments>http://addinie.wordpress.com/2009/07/24/rinduku/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2009 07:16:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>addinie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://addinie.wordpress.com/?p=224</guid>
		<description><![CDATA[Da lama banget aq g buat postingan , hampir 4 bulan , entah tak ada ide lagi , semuanya terasa garing , dari tulisan sampah yang sebelumnya sampai sekarang masih menjadi sampah . entah apa ada yang suka dengan tulisan yang tak ada gunanya ini. sebenarnya banyak hal yang ingin aq posting , tapi kelihatan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=addinie.wordpress.com&amp;blog=4145889&amp;post=224&amp;subd=addinie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Da lama banget aq g buat postingan , hampir 4 bulan , entah tak ada ide lagi , semuanya terasa garing , dari tulisan sampah yang sebelumnya sampai sekarang masih menjadi sampah . entah apa ada yang suka dengan tulisan yang tak ada gunanya ini.</p>
<p style="text-align:justify;">sebenarnya banyak hal yang ingin aq posting , tapi kelihatan lebay jika aq tulis semua dan menceritakannya disini , banyak hal di tahun ini yang terjadi padaku , suka cita , duka , sengsara serta kehancuran karena sebuah kebohongan . tapi inilah hidup yang sudah digariskan untukku .</p>
<p style="text-align:justify;">kadang ku rindu dengan semuanya , rindu akan masalah-masalah yang pernah menimpahku , kadang aq muakk dengan itu semua . aq rindu  dengan  diriku yang dulu , tapi aq benci jika terus-terusan menjadi seperti itu . aq rindu masa-masa yang membuat aq terpuruk , tapi gara-gara masalah itu aq selalu menjadi manusia yang lemah . entah aq rindu apa sebenarnya?</p>
<p style="text-align:justify;">Aku rindu masa kecilku , yang selalu menyendiri dan tak pernah percaya diri , tapi itu yang membuat aq tak berdaya sampai kini . aq rindu sikap liarku yang membuat aq mandiri , tapi itu yang bikin aq tak dihargai .</p>
<p style="text-align:justify;">aq rindu sikap lembutku yang bikin aq semakin dewasa , tapi karna itu aq menjadi lemah . oh rindu , rindu apakah diriku . ku rindu semuanya , semua yang terjadi padaku . tapi  kadang ku benci semua itu , aq ingin perubahan dalam hidupku , perubahan yang buat aq lebih dewasa , lebih percaya diri , dan sebuah perubahan yang mengantarkan hidupku untuk lebih baik . SEMANGAT!</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/addinie.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/addinie.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/addinie.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/addinie.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/addinie.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/addinie.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/addinie.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/addinie.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/addinie.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/addinie.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/addinie.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/addinie.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/addinie.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/addinie.wordpress.com/224/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=addinie.wordpress.com&amp;blog=4145889&amp;post=224&amp;subd=addinie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://addinie.wordpress.com/2009/07/24/rinduku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/95afc447203bcf82ebd39d20026bbe08?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">addinie</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
