lebaran kali ini sama seperti lebaran-lebaran tahun lalu, paling cuma dirumah dan keluwar jika ada yang mengajak, hari pertama memang masih ramai, tapi agak siangan dikit desaku seperti kota mati. berbondong-bondong dengan kardus2 yang berisikan barang dan bawaan mudik, dengan semangat 45 para pemudik dengan senangnya melambaikan tangan seakan mereka akan menuju kebahagian dan akan kembali lagi jika mereka sudah mencapai kebahagian yang mereka cari selama setahun ini, yaitu mudik ketempat tinggal asli mereka dan mengunjungi beberapa sanak saudara yang hampir setahun tidak pernah ditemui, dan waktu inilah yang paling afdol untuk bersilaturrahmi kembali. setelah semuanya mudik maka hanyalah tinggal beberapa penduduk asli yang kelelahan dan yang paling sering dilakukan hanyalah tidur dan mengemil kue lebaran sambil menonton TV. kalau hal itu bosan dilakukan maka cara yang paling unik adalah keluar rumah yaitu nongkrong sambil meratapi kampung yang sangat amat terasa sepi dan jauh dari kehidupan, dan yang paling parah jika mencari makanan, hampir semua pedagang yang biasanya mangkal dan menjual berbagai macam jenis makanan sulit banget untuk di temui, harus dengan usaha yang cukup keras jika kita merasa kelaparan dengan menelusuri dari daerah hanya untuk mencari makanan yang biasanya datang sendiri di tempat kita, namun karena semuanya pada mudik maka gantian kita yang mencari mereka yang masih ada dan tidak mudik, itupun hanya ada beberapa, yah inilah dukanya waktu lebaran jika tidak punya desa sebagai tempat kebagiaan waktu lebaran yang selalu di nantikan para pemudik.hiikz….. hiikz……..